"Ada 693 orang yang terinfeksi dari pencatatan laboratorium hari ini. Total pasien positif menjadi 19.189 kasus (sebelumnya 18.496)," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam konfrensi pers di Graha BNPB, Rabu (20/5).
Merujuk pada laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, kenaikan tertinggi sempat terjadi juga pada Rabu pekan lalu (13/5) yang mencapai 689 kasus, kemudian turun menjadi 529 kasus pada hari berikutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuri pun menjelaskan bahwa kini sudah terdapat 391 Kabupaten/Kota dan 34 Provinsi yang terdampak Covid-19 diseluruh Indonesia.
Sementara, wilayah yang tidak terjadi penambahan kasus pada hari ini adalah Aceh, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo.
Seperti diketahui, pemerintah saat ini sedang bersiap menjalankan new normal atau kenormalan baru di tengah pandemi virus corona (covid-19).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui tengah mempersiapkan skenario pelonggaran PSBB dalam menekan penyebaran virus corona (Covid-19). Pelonggaran PSBB akan diputuskan setelah mempelajari fakta dan data yang ada di lapangan.
"Yang kami siapkan baru rencana atau skenario pelonggaran yang akan diputuskan setelah timing yang tepat dan melihat fakta, data-data di lapangan. Biar semua jelas. Kami harus hati-hati, jangan keliru kami memutuskan," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 melalui siaran akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (18/5).
Meskipun demikian, Jokowi menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan untuk melonggarkan pelaksanan PSBB. Mantan gubernur DKI Jakarta itu khawatir masyarakat keliru memahami wacana pelonggaran PSBB. (ain/mjo/ain)