"Penanganan skenario apapun (soal pembukaan sekolah) terus jadi suatu diskusi dengan pakar-pakar dan tentunya keputusan itu masih dalam gugus tugas bukan di Kemendikbud," ujarnya Nadiem menjawab pertanyaan Komisi X DPR RI pada Rapat Dengar Pendapat melalui konferensi video, Rabu (20/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nadiem hanya menyatakan pihaknya telah mendiskusikan berbagai kemungkinan dan mengkoordinasikan hal tersebut dengan Gugus Tugas.
Hal tersebut diungkapkan Nadiem menjawab pertanyaan dari anggota Komisi X Fraksi Partai PDIP Andreas Hugo Pareira. Ia menanyakan jika Kemendikbud sudah memiliki rencana skenario pembukaan sekolah.
"Kita tahu di negara-negara lain seperti Prancis sudah mulai melakukan tahun ajaran baru (di sekolah) banyak siswa terkena virus covid-19 ini," tuturnya dalam RDP.
Ia pun menyarankan agar Kemendikbud mulai memetakan skenario pembelajaran untuk tahun ajaran baru. Mau itu dengan jarak jauh maupun secara fisik.
Sebelumnya Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammad Hamid menyatakan pihaknya mulai merencanakan pembukaan kembali sekolah pada pertengahan Juli.
Namun ini hanya untuk daerah yang dinyatakan aman dari corona oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Kementerian Kesehatan.
Hamid sendiri menyatakan skenario teknis pembukaan sekolah baru bisa disampaikan setelah Gugus Tugas menerbitkan surat edaran terkait hal ini.
Pekan ini Kemendikbud baru menerbitkan Surat Edaran Sekretaris Jenderal No. 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.
Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ainun Naim mengatakan bagian pada surat edaran tersebut hanya gambaran umum panduan pembukaan sekolah. Namun, pihaknya bakal membuat aturan khusus terkait hal ini yang sekarang masih dibahas secara internal. (fey/bac)