Penertiban sendiri dilakukan terkait pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta untuk memutus penyebaran virus corona.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, penertiban pertama dilakukan oleh aparat gabungan dari Satpol PP, Polri, dan TNI pada pukul 10.00 WIB. Saat itu, mayoritas pedagang yang berjualan pakaian, telah menutup lapak dagangan mereka sebelum petugas gabungan tiba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut salah seorang pedagang yang tidak mau disebutkan namanya, para pedagang memang sering kucing-kucingan dengan petugas yang melakukan penertiban.
"Kalau razia [penertiban] disuruh tutup, setelahnya kita buka lagi, ya namanya cari makan," kata dia kepada CNNIndonesia.com di Pasar Tanah Abang, Rabu (20/5).
"Kalau ditanya mereka kan biasanya klisenya karena kebutuhan perut, uang. Tapi yang jadi masalah adalah, anda dapat uang tapi berisiko terhadap keselamatan dan kesehatan," kata dia saat ditemui di Pasar Tanah Abang, Rabu (20/5).
Ia melanjutkan, penertiban yang dilakukan oleh aparat adalah sebagai upaya untuk menghindari adanya kerumunan yang dapat memicu terjadinya penularan virus corona.
"Jadi sesungguhnya, Satpol PP ada di Tanah Abang untuk memberikan perlindungan kepada warga supaya tidak tertular, jadi harus dipahami, bukan kami musuh mereka," kata dia
"Kami melindungi mereka, bayangkan berkerumun tidak pakai masker, tidak ada jarak, itu sangat berbahaya, jadi tolong sama-sama punya tanggung jawab. Disiplin dan kesadaran itu menentukan apakah PSBB akan terus atau berhenti," imbuh dia.
"Terkait dengan penindakan, kita tetap upaya yang kita lakukan adakah imbauan persuasif dan edukatif," kata dia.
Diketahui, Pemprov DKI Jakarta telah menutup Pasar Tanah Abang sejak 27 Maret 2020 lalu. Pasar yang ditutup meliputi Pasar Tanah Abang Blok A, Blok B, dan Blok. Sementara Blok G tetap dibuka karena menyediakan kebutuhan pangan dengan membatasi waktu operasi.
Sedianya, PD Pasar Jaya menutup pasar di kawasan Tanah Abang sampai 5 April, namun kembali diperpanjang hingga 19 April. Penutupan pusat grosir tekstil tersebut kembali diperpanjang sampai 22 Mei atau bersamaan dengan berakhirnya pelaksanaan PSBB di Ibu Kota. (yoa/bac)