Sebab, diprediksi masyarakat yang 'berhasil' mudik ke kampung halaman akan segera kembali ke kota usai Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah.
"Kami menyadari bahwa kondisi setelah Lebaran akan sangat menantang," ujar Wiku dalam jumpa pers, Rabu (20/5).
Wiku mengatakan pemerintah telah melarang salat Id dan warga mudik untuk menekan laju penyebaran virus corona. Namun ia tak menampik ada sebagian warga yang tetap nekat untuk mudik dan menjalankan salat Id berjemah di masjid maupun di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, pemerintah juga telah mengetatkan syarat bagi warga yang akan menggunakan transportasi publik di bandara dan pelabuhan. Warga yang akan kembali dengan menumpang pesawat, harus memenuhi syarat di antaranya memiliki tiket, surat bebas corona, dan surat penugasan.
Pemerintah sebelumnya telah mewaspadai arus balik warga dari kampung halaman khususnya yang kembali ke Jakarta.
Ketua Gugus Tugas Doni Monardo mengatakan telah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk membahas upaya antisipasi warga yang kembali.
Dikhawatirkan, mereka yang kembali dari kampung halaman menjadi carier atau pembawa virus corona setibanya di Jakarta. (psp/osc)