"0,5 persen saja dari warganya kini melakukan pelonggaran atau tidak disiplin, itu berarti sekitar 12 ribu warga Depok yang tidak disiplin, ini akan bahaya sekali," kata Idris seperti dikutip CNN Indonesia TV, Kamis (21/5).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Depok yang diperbarui pada 18 Oktober 2019, jumlah penduduk kota ini mencapai 2.330.333 jiwa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, PSBB macam sudah longgar di lapangan. Misalnya, penumpukan penumpang di bandara, kepadatan di jalan raya, kerumunan massa di pusat-pusat perbelanjaan di berbagai daerah.
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi |
Kata dia, saat ini pemerintah pusat perlu melakukan evaluasi dan mengembangkan indikator kasus Covid-19 yang kini tersebar di 34 provinsi di Indonesia.
Ia lalu membandingkannya dengan kasus di Jerman yang masih ragu untuk membuka lockdown karena kurva kasus Covid-19 belum sampai jumlah nol seperti di Wuhan, China. Sementara, kurva di Indonesia masih terus menanjak.
"Kalau dilonggarkan, apapun alasannya kalau sekarang pada sektor mana pun tetap akan meningkatkan probabilitas," katanya.
Diketahui, jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Depok per Rabu (20/5), sebanyak 440 kasus. Dari jumlah tersebut sebanyak 111 sembuh dan 22 meninggal dunia.
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi |
Secara nasional, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia per Kamis (21/5) mencapai 20.162 kasus. Dari jumlah itu, 4.838 orang dinyatakan sembuh, dan 1.278 orang lainnya meninggal.
(thr/arh)
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi