"Kami pemerintah mohon maaf karena memang bahaya belum hilang, bahaya corona ini belum hilang. Untuk menghilangkan ini bukan sesuatu yang mudah. Karena Indonesia ini, selain corona juga merupakan virus yang sulit dihadapi, kita bangsa Indonesia itu memiliki jumlah penduduk yang besar dibanding negara-negara ASEAN lainnya," kata Ma'ruf dalam siarannya di kanal Youtube BNPB, Kamis (21/5).
Lebih lanjut, mantan Rais Aam PBNU itu menyinggung wilayah Indonesia yang sangat luas menjadi faktor kesulitan tersendiri dalam menghadapi wabah ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan tetap menjaga kesehatan masyarakat, dengan tetap berusaha untuk mengendalikan dan menghilangkan Covid-19, tetapi bagaimana ekonomi bisa tumbuh ini bagian dari tanggung jawab pemerintah yang sedang dirancang," kata dia.
Swab test Covid-19 gratis digelar di area parkir selatan GBK, Jakarta, Kamis (21/5/2020). (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Karena situasi keadaan negara kita masih menghadapi bahaya Covid-19, oleh karena itu masih perlu adanya mencegah terkumpulnya massa yang banyak untuk mencegah penularan Covid-19," kata Ma'ruf.
Data per Kamis (21/5) hari ini jumlah kasus positif virus corona di Indonesia tembus 20.162 kasus. Dari jumlah itu, 4.838 orang dinyatakan sembuh, dan 1.278 orang lainnya meninggal.
Lihat juga:Data Corona 21 Mei: ODP 50 Ribu, PDP 11 Ribu |
Juru Bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan saat ini terdapat 50.187 orang dalam pemantauan (ODP) dan 11.066 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona di Indonesia.
"Sudah 392 kabupaten/kota yang terdampak," ujar Yuri dalam keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta. (rzr/pmg)
