"Salah satu penyebab naiknya kasus, kita lihat disini mobilitas khususnya penumpang udara yang cukup banyak," kata Ketua Rumpun Kuratif, Joni Wahyuhadi, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (21/5).
Joni melontarkan pernyataan tersebut setelah Kementerian Kesehatan RI melaporkan bahwa kasus positif corona di Jatim bertambah 502 dalam sehari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaliknya, data mobilitas kendaraan darat yang keluar masuk Surabaya justru relatif stabil dan tak menunjukkan kenaikan signifikan.
"Jadi 502 yang kita laporkan ke pemerintah pusat itu, berasal dari uji laboratorium ITD (Institute of Tropical Disease) Universitas Airlangga 488 atau 92 persen. Ini karena kasus yang dilaporkan mulai tanggal 18-19-20 Mei, jadi kasusnya cukup banyak," katanya.
Data tersebut menjadi lonjakan tertinggi dalam sehari di Jawa Timur. Dengan data ini, secara keseluruhan total warga yang positif corona di Jatim mencapai 2.942 orang.
"Hari ini tambahan cukup banyak. Memang ada perbedaan dari apa yang diumumkan [502], dengan yang tercatat di sini [451] karena ada beberapa hal yang perlu diklarifikasi," ujar Joni.
Joni mengatakan, selisih itu terjadi lantaran pihaknya masih melakukan penelusuran 51 pasien lainnya benar-benar merupakan warga Jatim.
"Ada 51 yang masih di klarifikasi domisilinya," kata dia. (frd/has)