Rumah yang juga digunakan sebagai warung elektronik (e-Warung) itu sudah tidak buka beberapa hari terakhir. Pintu e-Warung Amnah milik M Nuh tertutup rapat. Tak ada yang muncul meski Mursidah dan sejumlah aparat mengetuk pintu rumah beberapa kali.
"Sepertinya tidak ada orang di rumah," kata Mursidah didampingi Ketua RT 20 Kelurahan Sungai Asam di kediaman M Nuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa hari setelah dinyatakan sebagai pemenang baru diketahui bahwa M Nuh hanya pedagang biasa. Ia tak mampu membayar motor listrik Jokowi tersebut.
Saat itu Mursidah langsung berkoordinasi dengan polisi yang ditindaklanjuti dengan pemanggilan terhadap M Nuh. Polisi mengklaim sudah memulang M Nuh Kamis (21/5). Sementara Mursidah menegaskan tidak ada penahanan dan penangkapan.
"Saya berharap semuanya ini cepat selesai. M Nuh bisa kita hadirkan untuk memberikan keterangan. Supaya informasi yang beredar tidak simpang siur," jelasnya.
Petugas berada di depan pintu rumah Muhammad Nuh, pria Jambi yang memenangkan motor listrik bertandatangan Presiden Jokowi. (CNNIndonesia/Ramond). |
"Kalau yang viral saat ini benar warga saya. Tapi kalau sebagai pengusaha sepertinya bukan," jelasnya.
Diakui Ibrahim setelah viral sebagai pemenang, M Nuh menghilang dari lingkungan tempat tinggal. "Saya tidak tahu apa masalah dia ini," kata Ibrahim.
Sebagai Ketua RT, dirinya mengetahui M Nuh ini sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan. "Jika disebut pengusaha asal Kampung Manggis sepertinya bukan," katanya.
Ibrahim sempat berkomunikasi dengan anak M Nuh. Sang anak mengatakan bahwa bapaknya sedang berada di rumah. Namun, dirinya tidak sempat bertemu karena ada tamu datang ke rumahnya.
"Informasi dari anaknya ini setelah beredar kabar M Nuh dipanggil pihak kepolisian," jelasnya.
"Apakah sembunyi, belum diketahui keberadaannya," ujarnya.
Ibrahim masih berharap M Nuh ditemukan agar ada penjelasan langsung dari yang bersangkutan. Secara pribadi ia meragukan jika M Nuh ikut lelang motor listrik bertanda tangan Presiden Jokowi seharga Rp2,5 miliar.
"Saya tidak percaya. Karena saya tahu betul. Maaf saya bukan merendahkan atau mengecilkan. Karena M Nuh ini pendidikannya rendah. Masalah seperti ini kurang sepertinya kurang paham," beber Ibrahim. (epu/wis)
Petugas berada di depan pintu rumah Muhammad Nuh, pria Jambi yang memenangkan motor listrik bertandatangan Presiden Jokowi. (CNNIndonesia/Ramond).