Sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Barat, Tamo Sijabat juga sempat mengungkap kalau sejumlah pedagang sempat membantah imbauan untuk tidak menimbulkan keramaian di malam takbiran saat akan ditertibkan. Para Pedagang Kaki Lima (PKL) meminta diizinkan berjualan hingga pukul 23.00 WIB.
Namun, berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di lapangan, pengunjung tetap terus berdatangan ke kawasan tersebut hingga pukul 23.30 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerumunan pedagang kaki lima (PKL) mengundang keramaian di malam takbiran di kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, Sabtu (23/5/2020). (dok. CNNIndonesia.com/ Yogi Anugerah) |
"Besok saja mas, kita udah capek bubarin mereka," kata seorang petugas Satpol PP.
Salah seorang pedagang minuman, Raja, juga mengaku kalau kawasan tersebut telah beberapa kali ditertibkan oleh petugas gabungan sejak sore.
"Ini baru ramai pas takbiran ini. Udah beberapa kali ditertibkan sejak sore," kata dia kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (23/5).
"Kita jual minuman dibubarin, mau pulang kampung juga gak dibolehin, terus gimana," ucap dia.
Sebelumnya, Marmudin, seorang pemuda yang mengunjungi lokasi ini mengaku memilih Kota Tua lantaran kawasan Monas di jaga polisi.
"Kalau ke Monas takut ga bisa karena dijaga sama polisi," ujar warga asal Penjaringan, Jakarta Utara tersebut, seperti dikutip Antara. (yoa/eks)
Kerumunan pedagang kaki lima (PKL) mengundang keramaian di malam takbiran di kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, Sabtu (23/5/2020). (dok. CNNIndonesia.com/ Yogi Anugerah)