Kawasan Condet, Jakarta Timur, tepatnya di Jalan Batusari sebagian warga tetap berkeliling kampung dari rumah ke rumah untuk bersilaturahmi.
Warga keluar rumah selepas Salat Id. Mereka yang berkeliling adalah rombongan keluarga dengan anak-anaknya. Sebagian berkeliling mengenakan masker dan membawa handsanitizer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga yang berada di Jalan lebih sedikit. Beberapa rumah juga menutup pintu untuk tamu. Ada yang bersilaturahmi dengan tetangganya dari pagar rumah.
"Maaf ya, ibu, bapak, silaturahmi dari pagar. Ikut pemerintah dulu," kata salah seorang warga yang memilih berdiam di rumah.
Sementara anak kecil bergerombol untuk berkeliling dari rumah ke rumah yang tetap menerima tamu.
Anak-anak tersebut memasuki rumah siapapun yang terbuka untuk bersilaturahmi sambil berharap angpau dari pemilik rumah.
Faqih (9), salah satu anak yang bergerombol, mengaku mendapat Rp250 ribu hasil keliling rumah ke rumah.
"Uangnya buat beli handphone aja," kata Faqih.
Setelah Salat Id beberapa orang terlihat mengunjungi rumah tetangga dan saudaranya untuk silaturahmi Idulfitri. Ada warga yang hanya membuka pintu untuk anggota keluarga saja untuk membatasi interaksi saat hari raya.
Seorang warga yang tak mau disebut namanya mengaku lebaran tahun ini hanya bersilaturahmi ke rumah saudaranya yang masih di kawasan Jagakarsa.
"Enggak lepas masker sampai pulang, langsung ganti semua pakaian dan bersih-bersih badan," katanya.
Selain itu juga banyak rumah yang menutup pintu. Bahkan ada rumah yang memasang pengumuman di pagar rumahnya.
"Demi menjaga kebaikan bersama dan mengikuti imbauan pemerintah, maaf kami untuk sementara ini tak menerima bila ada yang bertamu langsung," demikian pantauan CNNIndonesia.com.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan imbauan kepada warga ibu kota untuk berdiam diri di rumah pada hari raya Idulfitri.
Imbauan serupa dilontarkan Presiden RI Joko Widodo. Masyarakat diminta tidak mudik dan hanya melakukan silaturahmi secara virtual.
Kasus positif virus corona di Indonesia per Sabtu (23/5) tercatat mencapai 21.745 orang. Dari jumlah itu ada 5.249 orang dinyatakan sembuh, dan sebanyak 1.351 meninggal dunia.
Pada hari yang sama, kasus positif di DKI Jakarta sebanyak 6.443 orang, dengan 504 orang meninggal dunia dan 1.587 orang dinyatakan sembuh. (fra, kid/wis)