Hal itu diungkapkan Nuh dalam sambungan telepon video dengan Ketua DPP Partai Berkarya Vasco Ruseimy yang diunggah di akun Youtube Vasco, Macan Idealis pada Senin (25/5).
"Ana (saya) pikir ini acara Jokowi bagi-bagi hadiah untuk masyarakat. Akhirnya, (dibilang) selamat Pak Nuh Anda pemenangnya, ana langsung loncat-loncat sama keluarga," kata Nuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nuh pun mengaku bahwa sosok yang pertama menawar harga motor listrik Jokowi, bukan dirinya. Menurutnya, bicara di telepon harga motor listrik yang dilelang masih berkisar Rp500 juta atau Rp1miliar saat itu.
Namun, lanjutnya, pulsa telepon selulernya habis saat harga lelang motor listrik itu mencapai angka Rp2 miliar. Nuh kemudian menyingkirkan telepon selulernya.
Tak beberapa lama kemudian, Nuh kembali menceritakan, panitia penyelenggara acara kembali menghubungi dan menanyakan tawaran Nuh terhadap motor listrik bertanda tangan Jokowi.
Nuh kemudian menawar angka yang lebih karena berpikir bahwa hadiah yang akan diterima nanti akan lebih besar juga.
"Ana ikutin lagi karena ana enggak punya beban. (Ditanya) berapa naik berapa, ana ikut terus karena ana pikir ini hadiah, uangnya tambah gede itu. Di pikiran ana, semakin tambah gede, uang ana tambah banyak begitu," ujarnya.
Dia berkata kebingungan itu pun berubah menjadi ketakutan setelah istrinya memberi tahu bahwa dirinya tidak menang hadiah, melainkan harus mengeluarkan uang sebesar Rp2,55 miliar.
"Ana heran dibilang pengusaha. Dia (pembawa acara) bilang Anda pemenang motor ini dengan (harga) Rp2,55 m, langsung istri ana menepuk dari belakang, (dibilang istri) itu ente yang menang, yang bayar motor. Langsung ana matiin semua hape ana, tv pun ana matiin," katanya.
Di tengah ketakutan itu, Nuh mengaku langsung mengadu ke Wali Kota Jambi Syarif Fasha. Setelah mendapatkan jaminan, Nuh kemudian diminta untuk melapor ke polisi dan menceritakan bahwa dirinya tidak mengetahui bahwa acara yang diikutinya adalah lelang.
"Saya lalu cerita, saya kira ini kuis, terus saya kira saya pemenang dan uangnya buat saya, rupanya saya yang beli, aduh. Saya di kantor polisi dari jam 5 sore, pulangnya besoknya jam 5 sore. Satu hari lah," ujarnya.
Berangkat dari itu, Nuh pun berharap Jokowi membuat acara yang benar-benar berbentuk kuis agar dirinya bisa ikut serta. Ia berharap bisa bertemu dengan Jokowi.
"Boleh, kalau mau ketemu," kata Nuh.
Wanda pula yang memastikan bahwa Nuh bersedia merogoh kocek Rp2,55 miliar untuk motor listrik bertandatangan Jokowi.
Pembawa acara Choky Sitohang pun memastikan kepada Wanda apakah benar seorang pengusaha asal Jambi yang menawar dengan harga tersebut.
"Kami sudah menerima telepon, yang diterima oleh Mba Wanda Hamidah tadi, seorang pengusaha asal Jambi, tolong koreksi saya, kalau salah, harganya di Rp2,55 miliar. Siapa namanya?" ujar Chocky.
"Bapak M Nuh dari Jambi, beliau dari Kampung Manggis," timpal Wanda.
"Saya ingin pastikan mba, semua data terverifikasi kan?" kata Chocky.
Peristiwa ini pun menjadi viral setelah Nuh, seperti yang dia akui, telah salah paham dan tak mampu membayar harga motor hasil lelang. Bamsoet bahkan mengatakan peristiwa M Nuh ini ibarat sebuah prank alias kejahilan.
"Kami kena prank buruh di Jambi bernama M. Nuh, kemudian katanya diamankan Polda Jambi," ungkap Bamsoet dalam konferensi pers virtual, Jumat (22/5).
Kini Nuh telah dinyatakan gugur sebagai pemenang. Lelang motor listrik bertanda tangan Jokowi akhirnya dimenangkan ke anak bungsu Hary Tanoesoedibjo, Warren H Tanoesoedibjo yang menduduki peringkat di bawah Nuh saat acara lelang berlangsung. (mts/fra)