Ia merinci bahwa angka kematian Virus Corona di Indonesia, sejak 1 Januari hingga akhir April 2020, rata-rata 17 kasus dalam sehari.
"Sementara angka kecelakaan lalu lintas itu 9 kali lebih banyak dari Corona," kata Mahfud dalam sambutannya di acara Halal bi Halal IKA UNS yang disiarkan di kanal Youtube Universitas Sebelas Maret, Selasa (26/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan berkali-kali lebih banyak orang mati karena AIDS dan diare," kata dia.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Mahfud juga meminta masyarakat tak perlu takut berlebihan terhadap Virus Corona meski meminta agar tak meremehkannya.
"Kita tak ingin menyepelekan, tapi ingin mengatakan jangan takut berlebihan. Karena kata Ibnu Sina, kepanikan itu separuh dari penyakit. Kesabaran itu separuh dari kesembuhan," kata dia.
"Sebulan lebih sejak kasus pertama ditemukan. Indonesia sudah menutup penerbangan itu 28 Januari," kata dia.
Tak hanya itu, Mahfud menyatakan pemerintah telah berencana membuat RS Khusus Pasien Covid-19 Di Pulau Galang pada 6 Februari 2020. Upaya itu sudah jauh hari sebelum ditemukan kasus pertama corona pada 2 Maret 2020 lalu.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
Berdasarkan data covid19.go.id, jumlah kasus pasien positif Virus Corona (Covid-19) di Indonesia per Senin (25/5) mencapai 22.750 kasus dengan 1.391 di antaranya meninggal dunia.
Jika dirata-ratakan, berdasarkan hari pertama kasus Corona di Indonesia, yakni 2 Maret, kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 16,36 korban jiwa per hari.
Secara global kasus Corona mencapai 5.307.298 orang, dengan 342.070 kematian.
[Gambas:Video CNN]
Menurut data Korps Lalu Lintas Polri, angka kecelakaan lalu lintas selama 2019 mencapai 107.500 kasus dengan jumlah korban jiwa 23.530 orang. Jika dirata-ratakan, jumlah korban meninggal sepanjang 2019 mencapai 64,47 korban per hari.
Dengan kata lain, jumlah korban lalu lintas mencapai sekitar 4 kali kasus Corona, bukan sembilan kali.
(rzr/arh)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Foto: CNN Indonesia/Fajrian