Juru bicara Covid-19 Kabupaten Agam, Khasman Zaini menjelaskan bahwa IRJ selama ini bekerja sebagai pedagang di Pasar Raya di Kota Padang. Dia lalu pulang kampung ke Kabupaten Agam jelang Idul Fitri.
"Dia terkena Covid-19 ketika di Padang. Menjelang Lebaran, dia pulang kampung. Selama di kampung dia melakukan berbagai kegiatan, termasuk salat Id dan bersilaturahmi ke rumah kerabatnya," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (26/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil tes swab baru keluar setelah IRJ bertemu sejumlah orang di Hari Idul Fitri. Walhasil, tim RSUD Lubuk Basung, Kabupaten Agam langsung mengisolasi IRJ di Gedung Badan Pelatihan Kesehatan Padang.
"Sampel swab tenggorokan mereka sudah diambil dan dikirim ke Padang. Hasilnya belum keluar. Menjelang hasil tes itu keluar, warga yang diambil sampelnya itu kami minta mengisolasi diri di rumah," kata Khasman.
Diketahui, Pemprov Sumatera Barat sudah mengimbau agar masyarakat di zona merah tidak mengikuti Salat Idul Fitri berjemaah guna menghindari penularan virus corona. Kabupaten Agam tidak termasuk zona merah, sehingga masih ada yang menghelat Salat Idul Fitri berjemaah di masjid.
Ada pun daerah zona merah virus corona di Sumbar yaitu Kota Padang, Kota Bukittinggi, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Solok dan Kabupaten Dharmasraya.