Penyemprotan menyusul aturan pembatasan aktivitas massa di tempat umum hingga pukul 14.00 waktu setempat yang diterapkan Pemprov Papua.
"Korban yang sedang dalam pengaruh minuman keras tidak dapat menahan keseimbangan diri sehingga terjatuh," ujar Kepala Bagian penerangan Umum Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam video konferensi, Selasa (26/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejadian bermula saat aparat menerima informasi dari salah satu petugas tentang sekelompok masyarakat yang tengah mengonsumsi minuman keras di depan Restaurant Tenderloin.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
"Karena korban dan para saksi yang dipengaruhi minuman keras tidak mengindahkan imbauan petugas sehingga dilakukan tindakan Kepolisian dengan cara penyemprotan air menggunakan mobil AWC," dijelaskan Ramadhan.
Korban yang coba menghindari semprotan kemudian berlari sebelum kemudian terjatuh. Justinus yang jatuh lalu dibawa ke Rumah Sakit AL DR. Soedibjo Sardadi guna dilakukan penanganan medis. Namun nahas, nyawanya tak tertolong saat ditangani di ruang IGD rumah sakit.
Hasil pemeriksaan oleh pihak Rumah Sakit AL DR. Soedibjo Sardadi diketahui bahwa korban meninggal dunia akibat benturan pada bagian kepala. Justinus mengalami pendarahan pada telinga kanan dan hidung bagian kiri serta dalam keadaan kondisi mabuk berat usai mengonsumsi miras.
Pukul 18.30 WIT, ambulans dari Rumah Sakit AL DR. Soedibjo Sardadi membawa korban ke rumah duka di Kompleks SD N Hamadi Hanurata Distrik Jayapura Selatan untuk disemayamkan.
[Gambas:Video CNN]
Ramadhan menambahkan kejadian tersebut saat ini masih dalam penanganan oleh Polsek Jayapura Selatan. Sementara itu, polisi juga masih melakukan pemeriksaan kepada propam Polresta Jayapura Kota dengan dibantu oleh Bidang Propam Polda Papua untuk melihat apakah tindakan personil tersebut sesuai dengan SOP.
"Kalau tidak sesuai akan diproses secara hukum sesuai dengan aturan yang berlaku di internal kepolisian dan jika sudah sesuai SOP personil tersebut akan kembali melanjutkan tugasnya," tukasnya.
(thr/arh)
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen