Hal itu terungkap pada surat pemberitahuan Nomor 1341/UN3.9.1/TU/2020 tertanggal 25 Mei 2020, yang ditandatangani oleh Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan RS Unair dr Hamzah.
Hamzah melalui surat itu juga mengatakan bahwa tenaga kesehatan RS Unair akan difokuskan untuk merawat pasien yang saat ini sedang menjalani perawatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelayanan pada instalasi rawat jalan untuk sementara dibuka hanya untuk pasien HD atau cuci darah, TB/HIV, onkologi terpadu, operasi terjadwal dan pengambilan obat kronis. Instalasi rawat inap sementara waktu difokuskan bagi pasien yang saat ini sedang dirawat.
"Bukan penutupan, tetapi penataan internal," kata Suko Widodo, dalam keterangan tertulisnya.
Menurutnya, RS Unair harus mengantisipasi kemungkinan terjadi peningkatan pasien baru Covid-19. Mengantisipasi itu, kata dia, perlu dilakukan penyesuaian kebutuhan mendesak agar kualitas layanan tetap terjaga.
Terkait adanya kabar tentang tenaga kesehatan yang terdeteksi positif Covid-19, Suko membenarkan adanya serangkaian pemeriksaan kesehatan pada nakes di RS Unair.
"Pemeriksaan itu sebetulnya rutin. Tapi karena ini banyak kasus Covid-19, nakes sekalian diperiksakan," ujar Suko.
Saat ini kata dia, RS Unair terus berbenah karena dipercaya menjadi tempat merawat pasien Covid-19. Secara rutin, manajemen juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. (ain/frd/ain)