Syafrin menjelaskan dari data Dishub DKI sekitar 750 ribu orang telah pergi keluar Jakarta menggunakan bus sebelum Idulfitri. Kemudian, dari data Jasa Marga, ada pergerakan kurang lebih 300 ribu yang keluar kawasan Jabodetabek dalam kurun waktu yang sama.
"Jumlah ini yang harus kita waspadai yang akan kembali ke Jakarta pada saat pasca-Idulfitri, dengan pengetatan perbatasan di Jabodetabek. Semua yang masuk (harus) terseleksi dan benar-benar yang tidak kategori OTG (orang tanpa gejala), dan menjadi carrier (virus corona)," kata Syafrin dalam wawancara dengan CNN Indonesia TV, Selasa (26/5) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia merinci, dua titik berada di Kabupaten Bekasi, yakni di Jalan Raya Pantura (Kedung Waringin) dan Jalan Inspeksi Kalimalang.
Insert Artikel - Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian) |
Selain di sembilan titik tersebut, check point juga ditempatkan di KM 47 B Jalan Tol Jakarta-Cikampek menuju Jakarta, serta di Gerbang Tol Cikupa.
Menurut Syafrin, di 11 titik itu pun petugas akan mengecek apakah para pengemudi atau masyarakat yang ingin kembali ke Jakarta memiliki surat izin keluar masuk (SIKM) Jakarta.
"Kami imbau, agar jangan balik dulu sebelum memiliki SIKM, daripada berjalan jauh, masuk pos-pos penyekatan, itu diputar balik dan terpaksa kembali, karena tidak ada jalan lain menerobos masuk kawasan Jabodetabek," ujar Syafrin. (dmi/pmg)
