"Kita melihat Jakarta trennya sudah mengalami kemajuan positif. Data kasus yang terkonfirmasi positif itu sebagian besar kontribusi oleh pekerja migran dari luar negeri sejumlah 539 kasus," ujar Doni dalam jumpa pers usai rapat terbatas, Rabu (27/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, Doni menekankan pentingnya pengendalian arus balik warga dari kampung halaman ke Jakarta. Upaya pengendalian ini dilakukan dengan menerapkan sejumlah syarat bagi warga yang akan kembali, di antaranya dengan menyertakan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jabodetabek dan hasil uji tes corona. Dengan upaya tersebut, Doni meyakini gelombang kedua tak akan terjadi dan jumlah kasus positif akan semakin turun.
Kasus positif corona di Jakarta diketahui masih tertinggi nasional. Hingga 26 Mei 2020, kasus positif mencapai 6.798. Dari jumlah tersebut, 501 orang meninggal dan 1.668 dinyatakan sembuh.
Meski demikian, Presiden Joko Widodo telah menyampaikan angka penularan kasus corona di Jakarta atau R0 telah berada di bawah angka 1.