Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengaku hendak mencapai jumlah tes PCR sesuai standar minimal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 1 tes per 1.000 penduduk per pekan.
Sementara, berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 per Rabu (27/5), jumlah spesimen yang diperiksa sudah mencapai 278.411 spesimen. Dengan jumlah penduduk Indonesia pada 2020 mencapai lebih dari 273 juta, standar WHO itupun sudah terpenuhi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maka sisanya, 140 ribuan itu, tesnya di luar Jakarta. Ini yang kita ingin kejar supaya jumlah tesnya memenuhi syarat," ujarnya melalui akun Youtube Sekretariat Presiden seusai Rapat Terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Rabu (27/5).
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
"Sekarang kita Pak Presiden meminta minimal 10 ribu [tes per hari]. Kalau mau kejar bisa sampai 20 ribu per hari," ujar dia.
Dengan peningkatan jumlah tes secara signifikan ini, Suharso berharap tak ada lagi istilah ODP dan PDP yang memang tak diatur oleh WHO.
"Kalau tes udah naik, sebenarnya PDP bisa langsung tes, yang ODP juga bisa tes. Jadi dengan demikian mudah-mudahan PDP, ODP itu tidak lagi. WHO enggak ada istilah ODP PDP," cetus dia, yang juga Ketua Umum PPP ini.
Sementara, PDP merupakan pihak yang memiliki gejala-gejala Covid-19, seperti panas tinggi dan gangguan pernafasan, serta pernah melakukan kontak dengan kasus positif Corona.
Kedua istilah ini diciptakan di awal masa pandemi Covid-19 di Indonesia karena belum bisa dipastikan positif Corona. Salah satu sebabnya akibat keterbatasan tes.
(fey/arh)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian