"Kami prediksi jumlah warga pendatang akan semakin meningkat usai Idul Fitri," ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau Disdukcapil Kabupaten Penajam Paser Utara Suyanto dikutip Antara, Rabu (27/5).
Ia memprediksi jumlah penduduk pendatang usai Hari Raya Idul Fitri akan mencapai lebih kurang 400 sampai 500 orang, lebih banyak dibanding pada awal Tahun 2020 sekitar 300 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya mencatat penduduk pendatang yang mengurus surat pindah masuk ke Kabupaten Penajam Paser Utara usai Idul Fitri sekitar 50 orang per hari.
Lonjakan arus urbanisasi tersebut, lanjut Suyanto, diduga karena dipengaruhi rencana pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia ke wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) |
Sejak ditetapkan sebagai calon wilayah Ibu Kota Negara Indonesia yang baru oleh Presiden Joko Widodo, Kabupaten Penajam Paser Utara menjadi daya tarik warga pendatang dari berbagai daerah.
"Kami sudah lakukan antisipasi adanya lonjakan urbanisasi, dan diprediksi pada 2022 penduduk Kabupaten Penajam Paser Utara bisa mencapai sekitar 200.000 jiwa," kata Suyanto.
Dia mengatakan Dinas Dukcapil Kabupaten Penajam Paser Utara sudah mempersiapkan blanko kartu tanda penduduk atau KTP elektronik menghadapi lonjakan aus urbanisasi tersebut. (antara/pmg)
