Tambahan ini adalah tambahan tertinggi untuk semua provinsi. Jumlah pertambahan harian itu, bahkan melebihi angka kasus baru di DKI Jakarta yang hanya sebanyak 97 pasien. Posisi Jatim juga masih berada di provinsi dengan kasus terbanyak kedua setelah DKI Jakarta 6.895 kasus, dan di atas Jawa Barat dengan 2.157 kasus.
Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyatakan tingginya kasus positif virus corona di Jatim itu, berkaitan dengan upaya pemerintah daerah yang terus meningkatkan pemeriksaan massal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, per Rabu kemarin, Jatim mengalami pertambahan sebanyak 173 pasien baru dengan total 4.112 kasus.
Kemudian 2 di Kabupaten Pasuruan, 2 di Kabupaten Malang, 3 di Kabupaten Bangkalan, 5 di Kabupaten Tulungagung, 6 di Kota Malang, 16 di Kota Kediri, 19 di Kabupaten Gresik, 23 di Kabupaten Sidoarjo dan terbanyak 98 di Kota Surabaya.
Insert Artikel - Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian) |
Selanjutnya 2 dari Kabupaten Magetan, 3 dari Kota Malang dan 4 di Kabupaten Lumajang. Sehingga total pasien yang sembuh hingga hari ini berjumlah 538 orang atau setara 13,33 persen.
Meski demikian, ada pula tambahan pasien yang meninggal dunia sebanyak 15 orang. Rinciannya 1 berasal di Kabupaten Sidoarjo, 1 di Kabupaten Bojonegoro, 1 di Kabupaten Bangkalan, 3 di Kabupaten Gresik dan 9 di Kota Surabaya. Maka total pasien yang meninggal ada 337 orang atau setara 8,20 persen.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sendiri sempat mengatakan bahwa lonjakan jumlah pasien di Jatim merupakan hasil upaya Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim dan daerah yang gencar melakukan rapid test dan swab test polymerase chain reaction (PCR).
Dengan makin banyaknya kasus yang terdeteksi, maka hal itu, menurutnya akan menunjang kesiapsiagaan seluruh layanan medis untuk mengambil langkah antisipasi.
"Jadi sebetulnya dengan atau tanpa PSBB kalau rapid test dimasifkan dan swab dilakukan secara masif, tracing dilakukan secara progresif maka peta baru akan segera bisa diantisipasi sehingga kesiapsiagaan seluruh layanan medik juga bisa diantisipasi," ucapnya, Selasa (19/5). (frd/pmg)
