"Pasien 128, Tn AI, 60 tahun, asal Kelurahan Gamtufkange Tikep, PDP. Beliau merupakan transmisi lokal kontak dengan Pasien 100. Dan beliau adalah Wali Kota Tidore Kepulauan. Saya sudah konfirmasi ke Dinas Kesehatan dan diizinkan untuk diumumkan," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Malut, dr. Alwia Assagaf, dalam konferensi pers, di Hotel Sahid Bela, Ternate, Kamis (28/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Ali Ibrahim yang berasal dari Tidore Kepulauan (Tikep), Alwia merinci delapan kasus baru lainnya itu merupakan delapan warga Kota Ternate.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
"Pasien 121 Tn SS, 43 tahun, asal Kelurahan Salahudin Ternate, PDP. Pasien 122 Ny SY, 58tahun, asal Kelurahan Santiong Ternate, PDP," paparnya.
Keempat, Pasien 123 adalah Tn D, 50 tahun, asal Kelurahan Santiong dan berstatus PDP.
Lihat juga:Ibu Hamil PDP Covid-19 di Ternate Meninggal |
Selanjutnya Pasien 126 berinisial Tn MF, usia 22 tahun dan berasal dari Kelurahan Muhajirin Ternate dengan status PDP. Kedelapan, Pasien 127 yakni Tn SA, usia 49 tahun asal Kelurahan Toboko Ternate yang juga berstatus PDP.
"Total kasus terkonfirmasi positif di Malut menjadi 28 kasus. Selanjutnya kasus baru ini kami sebut Pasien 120 sampai 128," tutur Alwia yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malut ini.
[Gambas:Video CNN]
Diketahui, Pasien 100 Covid-19 Malut, yang terdeteksi menularkan penyakitnya ke Ali, merupakan mantan Sekretaris Kota Tikep, Asrul Sani Soleman yang meninggal, pada Sabtu (23/5), saat tengah dirawat di RSUD CB Ternate.
Ali Ibrahim dirujuk ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate setelah dievakuasi dengan menggunakan speedboat yang dilengkapi protokol Covid-19, Senin (25/5).
(iel/arh)
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen