Baru selang sehari petisi ini dibuat pada Rabu (27/5), petisi yang diinisiasi seorang ibu dengan satu anak bernama Watiek Ideo itu langsung mencapai lebih dari setengah target tanda tangan.
Dalam petisi yang telah ditandatangani 60.351 orang per Kamis (28/5) malam, Watiek meragukan siswa bisa memakai masker sepanjang hari jika kegiatan di sekolah kembali diaktifkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan ada banyak hal yang membuatnya ragu protokol kesehatan bisa dilakukan dengan ketat di sekolah, mulai dari kemampuan sekolah mengatur anak tak mengucek mata, memegang hidung, dan mulut, hingga menjaga jarak kala jam istirahat juga pulang sekolah.
Watiek menilai wacana masuk sekolah harus dipersiapkan dengan protokol kesehatan yang matang, mulai dari infrastruktur sampai edukasi ke orang tua, guru dan siswa.
"Untuk itu saya mengajak semua untuk menandatangani petisi Tunda Masuk Sekolah Selama Pandemi demi melindungi anak dan keluarga dari persebaran Covid-19," tutupnya dalam petisi.
Wacana pembukaan sekolah pada pertengahan Juli pertama kali diungkap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Muhammad Hamid mengatakan syarat pembukaan sekolah kemungkinan diumumkan Mendikbud Nadiem Makarim pekan depan.
Ia pun menekankan pembukaan sekolah hanya boleh dilakukan daerah dengan zona hijau. Keputusan membuka sekolah pun ada di tangan pemerintah daerah yang sudah memenuhi syarat.
Kendati demikian, wacana pembukaan sekolah menuai banyak kekhawatiran, mulai dari guru, orang tua, pengamat sampai pejabat di ranah pendidikan.
Kebanyakan pihak khawatir pembukaan sekolah bisa membahayakan warga sekolah dan menciptakan klaster baru jika penerapannya tidak matang dan tepat.
[Gambas:Video CNN]
(fey/end)