Ia mengatakan ratusan tenaga kesehatan yang terinfeksi tersebut tersebar di berbagai rumah sakit di Jatim.
"Tenaga kesehatan, 135 yang terinfeksi," kata Kohar, Kamis (28/5) malam, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk dokter, setidaknya ada 47 dokter yang terinfeksi Covid-19, tiga di antaranya dinyatakan meninggal dunia, sedangkan yang masih menjalani perawatan ada 23 dokter.
Saat ditanya tentang tenaga medis di RS Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, yang dinyatakan positif Covid-19, Kohar enggan memberikan komentar.
"Silakan, tanya langsung saja ke pihak RS Unair," katanya.
Sebelumnya, sejumlah tenaga kesehatan di RS Unair dikabarkan positif terinfeksi virus corona. Mereka dinyatakan positif berdasarkan hasil tes swab polymerase chain reaction (PCR) maupun rapid test.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Jubir Tim Satgas Corona RS Unair Surabaya, Alfian Nur Rasyid. Kendati demikian ia mengaku belum mengetahui jumlah pasti tenaga kesehatan yang dinyatakan positif tersebut.
"Saya belum punya data banyak berapa yang positif itu, karena kita masih running pemeriksaan-pemeriksaan swab dan rapid test saya nyatakan memang ada yang positif," kata Alfian kepada awak media, Sabtu (23/5).
RS Unair sendiri telah memberitahukan bahwa pihaknya menghentikan sementara penerimaan rujukan pasien baru virus corona (Covid-19) selama dua pekan.
Hal itu terungkap pada surat pemberitahuan Nomor 1341/UN3.9.1/TU/2020 tertanggal 25 Mei 2020, yang ditandatangani oleh Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan RS Unair, dr Hamzah.
"Sehubungan dengan penuhnya kapasitas ruang perawatan Covid-19 dan berkurangnya tenaga kesehatan yang menangani perawatan, maka tertanggal 26 Mei 2020 RS Unair menghentikan sementara penerimaan rujukan pasien baru Covid-19," bunyi surat yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (27/5). (frd/osc)