Kelelahan, Tenaga Analis Mobil PCR di Jatim Minta Libur

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Minggu, 31/05/2020 11:17 WIB
BNPB bakal kembali meminjamkan satu mobil yang mampu melakukan tes PCR virus corona ke Pemprov Jawa Timur pada awal Juni mendatang. Mobil PCR tiba di Jatim pada 27 Mei lalu dan sejauh ini sudah melakukan pengetesan terhadap ratusan spesimen. (CNN Indonesia/Farid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tenaga Analis yang bertugas melakukan pemeriksaan swab di mobil laboratorium polymerase chain reaction (PCR) di Jawa Timur, mengaku kelelahan. Mereka pun meminta libur waktu beristirahat, sebelum melanjutkan pemeriksaan kembali.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi. Ia menyatakan tenaga analis di mobil itu telah meneleponnya untuk meminta izin istirahat.

"Tenaga analisnya telepon ke kami, minta izin apa boleh besok minta libur. Kalau memang capek ya harus libur," kata Joni di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (30/5) malam.


Joni mengatakan ia tak mau petugas tersebut kelelahan, yang akibatnya justru bisa membuat kondisi mereka menurun dan virus dapat mudah masuk ke dalam tubuh mereka.

Untuk itu, Direktur Utama RSUD dr Soetomo ini mengatakan petugas analis tersebut haruslah diliburkan sejenak, untuk memberikan jeda waktu mereka beristirahat.

"Yang dihadapi adalah virus, kalau dia ketahanan tubuhnya kurang karena capek, nanti bisa tertular," ujarnya.

Dua mobil laboratorium PCR tiba di Jatim pada 27 Mei 2020 dan sudah beroperasi di beberapa daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, Tulungagung dan Lamongan untuk melakukan tes.

Sabtu kemarin, dua mobil itu melayani pengambilan spesimen di kampung tangguh Surabaya sebanyak 35 orang. Kemudian di GOR Pancasila dan RSUD Dr Soewandhie Surabaya.

"Di GOR Pancasila itu sudah menyelesaikan 160 spesimen, nah di situ yang antre sudah ada sebanyak 220 orang. Kalau di RSUD dr Soewandhie kami belum mendapatkan informasi detailnya," kata Joni.

Ia juga mendapatkan kabar dari pihak RS Husada Utama yang mengaku belum mendapatkan pelayanan dari mobil laboratorium PCR itu. Lantaran satu mobil, kata Joni, masih belum menyelesaikan tesnya.

"Tadi saya di telepon Rumah Sakit Husada Utama kok belum dimulai tes. Jadi memang ternyata kapasitas mobil yang ini satunya baru saja selesai, satunya belum," tuturnya.

Dua mobil tes PCR ini rencananya berada di Jatim hingga 2 Juni 2020. Apabila masih dibutuhkan, kata Joni, pihaknya akan berupaya memperpanjang waktunya. Selain itu akan ada juga tambahan satu mobil yang direncanakan datang pekan depan.

Selain itu, di RSUD dr Soetomo juga mendapat bantuan mesin PCR yang auto rider. Meski di klaim bisa mencapai 1200 sampel dalam sehari, mesin tersebut masih dalam tahap uji coba lantaran baru tiba.

"Di samping mobil, RSU dr Soetomo juga dipinjami mesin PCR yang auto rider, dan insyaallah kalau mesin ini sudah berjalan, Soetomo bisa sekali running 600 sampel, kalau dua kali berarti 1200 per hari. Jadi insyaallah bisa lebih banyak, hari ini sudah datang tapi di tes belum selesai," pungkasnya.

Sebelumnya dua mobil laboratorium PCR tersebut menjadi polemik, dan diperebutkan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim. Kedua pihak meyakini bahwa mereka lah yang lebih dulu mengajukan permohonan bantuan itu ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (frd/stu)

[Gambas:Video CNN]