"Tanggal 13 Juli adalah tahun pelajaran baru, tetapi bukan berarti kegiatan belajar mengajar tatap muka," tutur Pelaksana Tugas Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Muhammad Hamid melalui konferensi video, Kamis (28/5).
Ia menyatakan metode belajar tahun ajaran baru bakal bergantung pada kondisi masing-masing daerah. Syarat terkait ini pun nantinya bakal diumumkan Mendikbud Nadiem Makarim pada pekan depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama, kelulusan siswa SMA sudah diumumkan, SMP juga iya, sebentar lagi SD. Artinya, kalau sudah lulus kemudian diperpanjang, anak yang lulus mau dikemanakan?," ungkapnya.
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), lanjut Hamid, juga sudah diumumkan. Untuk itu, menurutnya, tahun ajaran tak mungkin diundur.
Sebelumnya, Hamid menyatakan Kemendikbud membuka rencana pembukaan sekolah pada pertengahan Juli. Namun ini hanya untuk daerah yang ada di zona hijau dan memenuhi syarat.
(fey/sfr)