Teror tersebut muncul berkaitan dengan acara diskusi Constitusional Law Society (CLS) yang digelar Fakultas Hukum UGM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otto meminta kepolisian untuk cepat bertindak dalam mengusut para pelaku teror tersebut. Sebab, ia menilai jika tidak segera diusut dapat merusak citra Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan dapat mencederai hukum dan keadilan.
Jokowi sendiri diketahui sebagai alumni UGM yakni dari Fakultas Kehutanan.
Saat itu, kata Otto, dirinya dibiayai pihak universitas meskipun sebenarnya rektor tahu bahwa mahasiswa akan tetap kritis terhadap pemerintah.
"Artinya universitas sangat menghormati kebebasan berpendapat dan mendorong kreatifitas mahasiswa dalam menuntut ilmu," ucap pria yang juga dikenal sebagai pengacara senior di dunia peradilan Indonesia itu.
Diskusi yang diselenggarakan secara daring itu diketahui bertajuk 'Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan', yang kemudian berganti judul menjadi 'Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan'.
Meski belum ada laporan, Argo menyebut Polri telah memulai langkah penyelidikan guna mengungkap dugaan upaya pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat oleh masyarakat yang dijamin undang-undang tersebut.
"Polri siap mengusut teror yang dialami oleh Mahasiswa UGM yang menjadi panitia diskusi apabila ada yang dirugikan," kata Argo, Sabtu (30/5). (dis/kid)