Kepala Dinas Kesehatan Jabar sekaligus Wakil Sekretaris Gugus Tugas Jabar Berli Hamdani memaparkan hingga kini ada 267 desa dan kelurahan di Jabar memiliki pasien positif Covid-19. Dari jumlah itu, sebanyak 54 desa memiliki jumlah kasus positif corona yang banyak.
Pelacakan yang komprehensif pun akan dilakukan di sana disertai dengan pembatasan aktivitas, peningkatan pelayanan kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semakin lama kami mengatasi dampak pandemi Covud-19 di Jabar ini, semua sumber daya terserap hampir habis, termasuk anggaran dan SDM. Penanganan Covid-19 berskala mikro juga sejalan dengan pemberlakuan PSBB [Pembatasan Sosial Berskala Besar] proporsional di tingkat kelurahan/desa," tutur Berli.
Berli menerangkan, hasil pemeriksaan akan menjadi landasan bagi Gugus Tugas Jabar dalam melakukan penyekatan dan menekan potensi kontak lokal Covid-19. Dengan begitu, penularan corona dapat dikendalikan dan ruang gerak SARS-CoV-2 dapat terlacak.
Menurut Berli, petugas nonkesehatan, seperti TP PKK kabupaten/kota setempat, Satgas Desa Siaga, relawan, TNI/Polri, dan masyarakat sekitar, turut dalam penanganan Covid-19 di kelurahan/desa yang masuk zona kritis.
"Kesiapan alat pelindung diri (APD) dalam posisi aman. Artinya, semua kebutuhan APD sudah terpenuhi atau dalam proses pemenuhan. Terkait makanan untuk karantina juga melalui program ketahanan pangan bersama OPD dan sektor terkait," kata Berli.
Selama penanganan, warga yang berada di kelurahan/desa rawan Covid-19 tidak diperkenankan keluar atau menerima tamu dari luar, kecuali untuk kepentingan darurat. Warga dapat beraktivitas di wilayah kelurahan/desa dengan menerapkan protokol kesehatan.
Gencarkan Sosialisasi
Gugus Tugas Jabar melalui Sub Divisi Edukasi Masyarakat mulai menyosialisasikan penanganan Covid-19 berskala mikro di kelurahan/desa kritis yang memiliki pasien positif lebih dari enam pasien per kelurahan/desa.
Pada tahap awal, 13 kelurahan/desa yang akan menjalani isolasi intensif selama 14 hari, mulai dari Selasa (2/6) sampai Senin (15/6). Salah satunya adalah Desa Kasomalang Kulon, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang.
Kepala Desa Kasomalang Kulon, Amirudin, menyambut baik penanganan Covid-19 berskala mikro, terlebih gugus tugas provinsi dan kabupaten/kota menjelaskan secara rinci apa saja yang akan dilakukan di desanya. Guna penanganan berjalan optimal, ia dan aparatur desa melakukan pendataan.
"Kami menerima informasi terkait langkah-langkah yang akan dilakukan oleh tim provinsi itu selama 14 Hari. Ada edukasi, ada langkah-langkah persuasif secara sosial, baik itu secara penanganan edukasinya, memberikan motivasi pada masyarakat secara baik dan sesuai dengan kultur yang ada di wilayah kita," kata Amirudin.
Lihat juga:KPK Tangkap Nurhadi di Jakarta Selatan |
"Ini langkah evaluasi yang mengerucut terhadap beberapa desa. Ini adalah upaya provinsi Jawa Barat untuk benar-benar untuk memutus mata rantai dari seluruh leading sektor desanya," ucapnya. (hyg/bac)