"Muhammadiyah memberi tiga masukan, pertama, pemerintah memperbaiki komunikasi politik, terutama terkait pernyataan para menteri yang tidak senada dan seirama," ujar Mu'ti saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan itu, kata Mu'ti, Jokowi menyampaikan beberapa hal hal terkait kebijakan pemerintah di tengah pandemi yakni belum ada keputusan tentang jadwal masuk sekolah dan menjelaskan kebijakan pembatalan haji.
Presiden Jokowi hari ini menggelar pertemuan dengan delapan tokoh lintas agama secara tertutup di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/6).
Pertemuan ini dihadiri oleh Helmy Faishal Zaini (PBNU), Abdul Mu'ti (PP Muhammadyah), Muhyiddin Junaidi (MUI), Gomar Gultom (PGI), Ignatius Kardinal Suharyo (KWI), Wisnu Tenaya (PHDI), Arief Harsono (Permabudhi), dan Xs Budi Santoso Tanuwibowo (Matakin).
Jokowi dalam pertemuan itu mengatakan saat ini pemerintah fokus menyiapkan masyarakat untuk membuka kembali aktivitas perekonomian dan ibadah secara bertahap menjelang tatanan hidup baru atau new normal.
Lihat juga:Kota Surabaya Zona Hitam Virus Corona Jatim |
"Ada 120 kabupaten/kota yang tidak ada kasus sama sekali. Di daerah ini bisa berlangsung kehidupan yang normal," katanya. (psp/wis)