Munir, salah satu warga menyatakan, gempa berlangsung cukup lama. Saat gempa ia langsung membawa anak-anaknya ke luar rumah.
"Untung anak-anak sudah pulang karena sebelumnya mereka main di ujung kampung," kata Munir yang tinggal di Daruba, kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono menyatakan gempa bumi tersebut jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Laut Filipina yang menyusup di bawah wilayah Malut.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault) dan tidak berpotensi tsunami.
"Guncangan yang dirasakan di daerah Morotai IV MMI, lalu Manado, Bitung, Minahasa, Bolmong, Ternate, Sitaro, Tahuna, Tobelo, sofifi dan Talalud II-III MMI," terangnya.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara, Abe Mahmud yang dikonfirmasi menyatakan hingga kini belum ada laporan kerusakan di Halut. Namun warga Tobelo dan Galela berhamburan keluar rumah begitu lindu mengguncang.
"Warga sempat kaget dan lari keluar rumah semua karena panik," ujarnya.
"Belum ada laporan. Tetapi kami akan tetap stay untuk memonitor pasca gempa," jelasnya.
Ia menambahkan, pihak BPBD sendiri berharap agar tidak ada kerusakan tempat tinggal dan korban nyawa akibat gempa ini.
"Mudah-mudahan tidak ada. Sebab di beberapa titik para petugas BPBD dan instansi terkait sedang melakukan normalisasi sungai," katanya. (iel/wis)