Napasnya panjang. Sambil menggendong barang dagangannya menggunakan seikat tali di pundak, pedagang kolor di Pasar Tanah Abang itu sesekali masih menawari warga yang dia temui.
"Ini saja ibu-ibu saya minta bayar besok nggak mau. Bercanda," imbuhnya sambil sesekali masih melepas tawa kecil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasar Tanah Abang di akhir PSBB tahap tiga DKI Jakarta, Kamis (4/6). (CNN Indonesia/Thohirin) |
"Bu, kolor Bu. Kolor, kolor," katanya.
"Ikat pinggang saja! Kencangin gespernya," sindir Usman.
Namun bagi Usman, penderitaannya tak berhenti di situ. Warga Bekasi itu juga mengeluhkan bantuan sosial yang dijanjikan pemerintah untuk warga yang terdampak selama corona.
Usman mengaku hingga kini belum menerima bantuan yang dijanjikan tersebut. Bantuan justru ia terima dari sesama warga dalam bentuk 5 kilogram beras dan minyak goreng.
Dia mengungkapkan tak pernah menerima kabar atau informasi mengenai bantuan dari aparat kelurahan setempat yang saat ini ia tempati di Pondok Ranji, Kota Tangerang Selatan. Padahal, kata dia, bantuan itu bisa diberikan oleh aparat desa dari rumah ke rumah.
Dinas Penanggulangan, Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta melakukan giat penyemprotan cairan disinfektan di area Pasar Tanah Abang. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
"Parah. Parah banget. Bukan [sekadar] ngaruh lagi," kata dia dengan suara terbata-bata.
"Saya sampai menangis keluar masuk bawa barang," sambung dia memberi penjelasan kondisinya selama ini saat berjualan yang berkejar-kejaran dengan petugas Satpol PP.
Sama dengan Usman, ia juga mengeluhkan pembagian bantuan selama pandemi Covid-19 yang selama ini belum ia terima. Namun di sisi lain, ia juga dilarang untuk berjualan.
"Awalnya Pak Anies kan dalam seminggu itu mau bagi sembako. Ini selama tiga bulan cuma sekali doang kita dapat. Sampai sekarang mana? [Janji bagi sembako] seminggu sekali mana?" Ujar temannya menimpali.
Obrolan tak berlanjut saat ia mengetahui Satpol PP yang mendatangi lapaknya menjelang sore itu.
"Sudah sore saja masih diusir," timpalnya menggerutu kepada petugas.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beberapa waktu sebelumnya memutuskan memperpanjang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang telah berjalan sejak 10 April lalu.
Ia mengatakan akan membuka sektor perkantoran pada 8 Juni, disusul pembukaan pasar non-pangan pada 15 Juni, termasuk membolehkan transportasi umum dan ojek kembali membawa penumpang.
"Kami di Gugus Tugas Covid DKI kita memutuskan untuk menetapkan status PSBB di DKI Jakarta diperpanjang dan menetapkan Juni sebagai masa transisi," ujar Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Kamis (4/6). (thr/bac)
Pasar Tanah Abang di akhir PSBB tahap tiga DKI Jakarta, Kamis (4/6). (CNN Indonesia/Thohirin)
Dinas Penanggulangan, Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta melakukan giat penyemprotan cairan disinfektan di area Pasar Tanah Abang. (CNN Indonesia/Safir Makki)