"Ini adalah tatanan dunia baru yang tidak bisa kita hindari dan kita harus siap, dari sisi sosial, persiapan mental lebih penting dibanding persiapan yang sifatnya fisik," ujarnya dalam video konferensi, Sabtu (6/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semuanya bisa dikerjakan dari luar kantor, artinya ini suatu efisiensi luar biasa tapi kita menjadi makhluk yang interaksi sosialnya berkurang atau less social," katanya, yang merupakan kader PDIP itu.
"Hal seperti ini menjadi normal, kita tidak punya pilihan, harus fokus pada tatanan baru demi kesehatan," katanya.
Pemerintah juga melonggarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dengan demikian masyarakat akan beradaptasi dengan kebiasaan baru sesuai protokol kesehatan.
Diketahui, pemerintah sejak setidaknya dua bulan lalu sudah menggadang-gadang pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sejumlah pejabat mengakui itu tak lepas dari kepentingan ekonomi.
Banyak dikritik, konsep itu kemudian diubah menjadi new normal sambil membawa-bawa negara lain yang sudah menerapkannya, seperti Jerman dan Selandia Baru. Padahal, negara-negara tersebut sudah sukses melawan COvid-19. Sementara, Indonesia masih menghadapi peningkatan kasus.
(mln/pmg)