"Ketinggian air 20 sampai dengan 40 cm, akibat Rob dan tanggul jebol," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohammad Insaf saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (7/6).
Insaf mengatakan terdapat 3 rukun warga (RW) di Kelurahan Pluit yang terdampak rob. Bahkan, katanya, pada pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIB, ketinggian air akibat luapan air laut itu mencapai 110 cm.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Insaf menyatakan sejauh ini tidak ada warga yang berniat mengungsi. Ia menyebut tidak ada korban jiwa dalam banjir rob ini. "Tidak ada pos pengungsian," kata dia.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi banjir rob akan kembali melanda perairan utara Pulau Jawa pada awal Juni 2020.
Selain itu, potensi gelombang setinggi 2,5 meter hingga 4 meter di Laut Jawa ikut berperan terhadap peningkatan kenaikan tinggi muka air laut di pesisir utara Jawa.
BMKG pun mengimbau masyarakat yang tinggal di pesisir utara Jawa, terutama untuk daerah-daerah pantai berelevasi rendah, seperti pesisir utara Jakarta, Pekalongan, Cirebon, dan Semarang, untuk meningkatkan kewaspadaan. (khr/fra)