"Mudah-mudahan nanti kami bisa diterima usulan itu oleh Bu Gubernur, ini lagi bahas itu. Mudah-mudahan seperti itu [PSBB tidak diperpanjang]," kata Risma di Surabaya, Minggu (7/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politikus PDI-Perjuangan itu khawatir perpanjangan PSBB di wilayah Surabaya semakin memberikan dampak buruk terhadap sektor hotel, restoran, mal, hingga pertokoan.
"Saya khawatir hotel, restoran kalau nggak bisa mulai dihidupkan kan mereka nanti pegawainya diberhentikan dan sebagainya. Kan karena enggak mungkin membayar orang terus dalam posisi menganggur dan mereka tidak punya income," kata Risma.
"Terus terang protokolnya saya detail kan, lebih kita detailkan. Nantinya kalau misalnya itu dilonggarkan, PSBB dicabut, protokolnya justru lebih ketat, karena supaya kita disiplin karena kita belum bebas 100 persen," ujarnya.
Lebih lanjut, Risma menyatakan protokol kesehatan yang lebih ketat ini akan mengatur aktivitas masyarakat di luar, seperti di restoran, warung atau tempat-tempat umum lainnya. Selain itu juga protokol di pusat perbelanjaan atau mal.
Tak hanya itu, Risma juga akan mengupayakan rapid test untuk para pegawai di mal, supermarket, minimarket dan pertokoan. Hal itu untuk memastikan bahwa mereka benar-benar sehat sebelum melayani pelanggan.
"Nanti kalau kami ada rapid, kami akan prioritaskan itu, pegawai minimarket, pegawai supermarket, pegawai-pegawai toko. Kalau pasar hampir semua sudah," katanya.
Risma mengaku tengah berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar rencana rapid test masal bagi pegawai retail hingga karyawan pusat perbelanjaan bisa segera terealisasi.
"Kami akan melakukan rapid mudah-mudahan, ini saya sudah mohon ke Pak Menteri," ujarnya.
Hingga hari ini, Minggu (7/6), jumlah kumulatif kasus positif virus corona di Jawa Timur mencapai 5.948. Dari jumlah itu 1.409 orang dinyatakan sembuh dan 483 orang meninggal dunia.
Sementara, jumlah kumulatif kasus positif di Surabaya per Sabtu (6/6), sebanyak 2.918 kasus atau yang tertinggi di Jatim. Dari jumlah itu, 766 orang sembuh dan 282 meninggal dunia. (frd/fra)