Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di stasiun KRL kota penyangga DKI, terjadi antrean warga yang hendak mencari nafkah ke ibu kota. Antrean itu sendiri terjadi akibat aturan jaga jarak sebagai protokol pencegahan virus corona (Covid-19)] yang diterapkan PT KCI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jarak antarpenumpang dalam antrean masih terjaga meski jika ditaksir tidak sampai satu meter.
Selain itu, tempat menunggu kereta tiba di dalam peron pun dibatasi jadi dua wilayah untuk membuat jarak sehingga meminimalisasi terjadi singgungan tubuh antarpenumpang.
"Menurut saya, kalau sama sebelum-sebelum Corona, jauh berkurang penumpangnya," kata salah seorang petugas kepada CNNIndonesia.com di lokasi.
Dalam hal ini, meskipun tidak sepadat hari-hari bisanya, namun masih tidak dapat dihindarkan kerumunan penumpang saat menunggu kereta. Apalagi, saat kereta tiba, para penumpang berlarian dan berlalu-lalang sehingga tidak mematuhi arahan dari petugas. Dari stasiun ini hanya sekitar 74 penumpang yang dapat menggunakan kereta saat tiba.
"Kami batasi jumlah orang-orang yang ada di dalam peron," kata salah satu petugas KRL.
Situasi kepadatan penumpang di dalam KRL saat baru berangkat dari Stasiun Bekasi menuju Jakarta, 8 Juni 2020. (CNN Indonesia/ Michael Josua) |
Berbeda dengan Stasiun Bekasi, saat CNNIndonesia.com berada di Stasiun Depok Lama sekitar pukul 06.45 WIB, tak terlihat penumpukan antrean penumpang.
Antrean penumpang sebelum masuk ke dalam stasiun berkisar rata-rata antara 3-5 orang. Mereka yang hendak masuk pun diminta cuci tangan, di mana tempat membasuh itu ada di sebelah loket. Kemudian penumpang melewati petugas pemeriksaan suhu badan sebelum masuk ke peron.
Di dalam peron, untuk mencegah saling berebut masuk ke dalam kereta, ada petugas juga yang berjaga. Mereka dilengkapi masker dan faceshield. Petugas juga terus memperingatkan penumpang untuk jaga jarak. Tiap orang harus nunggu di atas garis merah yang jaraknta sekitar 1 meter satu sama lain
Sementara itu, dalam perjalanan kereta Depok-Jakarta, terlihat agak sulit menjaga jarak antarpenumpang sekitar 1 meter karena padat. Walaupun, kepadatannya tidak seperti biasa di masa normal.
Tempat duduk juga dibatasi, dan diberi tanda untuk yang tak boleh diduduki. Di lantai kereta, terlihat ada tanda garis merah yang seharusnya digunakan penumpang untuk berdiri di atasnya sebagai panduan jaga jarak.
Penumpang di Stasiun Depok Lama mengantre untuk masuk ke dalam KRL relasi Bogor-Jakarta Kota, 8 Juni 2020. (CNN Indonesia/ Dhio Faiz) |
Lihat juga:PSBB Transisi, Jam Operasional KRL Ditambah |
VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan dengan penambahan jam operasional ini, maka keberangkatan kereta-kereta pertama dari wilayah penyangga DKI Jakarta dijadwalkan pada pukul 04.00 WIB.
"Sementara keberangkatan kereta-kereta terakhir dari stasiun di wilayah DKI Jakarta adalah pada pukul 20.00 WIB," kata Anne dalam keterangan tertulisnya.
Anne menambahkan, selama operasional di masa PSBB transisi KCI akan mengoperasikan 892 perjalanan KRL. Jumlah ini bertambah dari masa PSBB sebelumnya yaitu 784 perjalanan KRL setiap harinya.
Ia pun mengimbau agar penumpang cermat merencanakan perjalanan agar dapat menyesuaikan dengan aturan jaga jara aman dan batasan kapasitas kereta. (mjo, dhf/kid)
Situasi kepadatan penumpang di dalam KRL saat baru berangkat dari Stasiun Bekasi menuju Jakarta, 8 Juni 2020. (CNN Indonesia/ Michael Josua)
Penumpang di Stasiun Depok Lama mengantre untuk masuk ke dalam KRL relasi Bogor-Jakarta Kota, 8 Juni 2020. (CNN Indonesia/ Dhio Faiz)