"Kita akan mempertebal personel di rumah sakit rujukan atau tiap rumah sakit yang menerima pasien covid-19," kata Kapolda Sulsel, Irjen Polisi Mas Guntur Laupe, Senin (8/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam konferensi pers bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Makassar tersebut, Guntur mengungkapkan ada kasus ambil paksa jenazah positif corona di RS Stella Maris, Minggu (7/6).
"Sudah ada personil (di RS Stella Maris), cuma kemarin itu tidak terlalu banyak sehingga kalah dengan jumlah massa yang cukup banyak. Di luar prediksi kita sehingga personil di lapangan kewalahan, termasuk dari pengamanan internal di rumah sakit itu," ujar Guntur.
Ia mengatakan peristiwa pengambilan paksa itu pun kini sedang didalami pihak kepolisian. Polisi akan mencari tahu siapa yang terlibat dari mulai provokasi hingga pengambilan paksa jenazah.
"Kita masih selidiki siapa pelakunya. Yang jelas semua keluarga yang mengambil jenazah, sudah dipanggil. Tinggal menunggu mereka datang karena pemanggilannya memang baru kemarin," ujarnya.
"Disebut lahan bisnis untuk diagnosa Covid-19, itu tidak benar, tidak berdasar. Kami minta untuk diusut tuntas penyebar informasi seperti itu. Secepatnya harus diselidiki," kata Siswanto Wahab.
Merujuk pada https://covid19.sulselprov.go.id/data, Makassar menjadi episentrum corona di wilayah Sulawesi Selatan. Saat ini kasus positif Covid-19 di Makassar mencapai 1.024, di mana 429 di antaranya sembuh dan 81 meninggal. Sementara itu untuk data PDP secara total ada 1.139. Rinciannya adalah 117 meninggal, 797 dinyatakan bukan Covid-19, dan 225 masih diawasi. Kemudian untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 1.612, di mana masih 396 yang terus diawasi sementara yang lainnya sudah selesai. (svh/kid)