"Presiden memerintahkan Kemensos untuk menyisir warga miskin dan warga terdampak yang belum mendapatkan bansos," ujar juru bicara presiden, Fadjroel Rachman melalui keterangan tertulis, Selasa (9/6).
Fadjroel mengatakan, skema bansos dari pemerintah pusat bagi warga terdampak selama ini cukup banyak yakni perluasan Program Keluarga Harapan, paket sembako, Bansos Tunai, BLT Desa, hingga menggratiskan listrik bagi pelanggan 450 VA. Selain itu, lanjut Fadjroel, pemerintah daerah juga membagikan bansos.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini juga digunakan Kemensos sebagai momentum untuk melakukan perbaikan data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial)," ucapnya.
Di masa pandemi corona, Jokowi membuat dua program penyaluran bansos untuk masyarakat. Pertama, berupa bansos tunai paket sembako setara Rp600 ribu per penerima per bulan selama tiga bulan.
Kedua, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa yang anggarannya diambil dari Dana Desa. Pada program ini, pemerintah memberikan Rp600 ribu per penerima per bulan selama tiga bulan.
Bantuan ditujukan untuk masyarakat desa yang kehilangan mata pencaharian di tengah pandemi corona dari anggaran Dana Desa. Selain itu, penerima juga ditujukan bagi mereka yang belum menerima program bansos lain dari pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Paket Sembako.
Rencananya pemerintah akan memangkas BLT bagi warga terdampak pada Juli mendatang. Nominal yang diterima akan berkurang hingga Rp300 ribu. (ain/psp/ain)