"Bayi yang lahir pada 28 Mei 2020 itu terindikasi reaktif setelah dilakukan tracking oleh tim medis dalam rangka memutus mata rantai virus tersebut," kata Ketua Tim Satgas Covid-19 RSUD Belitung Timur, Hotma Banjarnahor di Manggar, Selasa (8/6), dilansir dari Antara.
Saat ini bayi berusia belasan hari itu sudah dilakukan isolasi di ruangan khusus RSUD Belitung Timur. Bayi tersebut akan dapat penanganan medis lebih lanjut selama di ruang isolasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, lanjut Hotma, bayi tersebut dalam kondisi sehat meski sebelumnya sempat mengalami gejala penyakit kuning. Akan tetapi, kedua orang tua saat ini harus dipisahkan sementara waktu dari sang bayi.
Hotma menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil swab bayi 11 hari tersebut dan berharap hasilnya negatif. Dengan tes swab, maka kepastian bayi tersebut positif atau tidak dapat diketahui.
"Kendati hasil rapid test-nya reaktif, namun kami belum bisa mengambil kesimpulan apakah terpapar virus corona. Kita tunggu hasil swab dalam beberapa hari ini," ujarnya.
Belum diketahui pasti kenapa bayi 11 hari itu bisa reaktif dalam rapid test, sementara kedua orang tuanya nonreaktif. (antara/osc)