"Kita tidak bisa melihat benefit-nya secara instan, feedback-nya baru 10-15 tahun ke depan, ini tantangan luar biasa," kata Nadiem dalam diskusi virtual, Selasa (9/6).
Dia menilai masa transisi akibat pandemi merupakan masa yang sulit dalam dunia pendidikan. Namun hal itu, kata Nadiem, bukan berarti tak ada kesempatan untuk memperbaiki pendidikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi walaupun kualitas pembelajaran terkorbankan, tetapi investasi untuk technology adaption sedang terjadi," ujarnya.
"Jadi ada trade of dimana ada pengorbanan kualitas tapi kita benefitnya ada untuk adaptasi atau adopsi dalam teknologi pembelajaran ke depan," ujarnya.
Guna mengantisipasi penyebaran virus corona, Pemerintah Kabupaten Jombang meliburkan siswa sekolah hingga perguruan tinggi. (ANTARA FOTO/Syaiful Arif) |
"Pendidikan adalah kemerdekaan, bagaimana menciptakan generasi baru yang bisa mandiri dan berinovasi dengan perubahan yang begitu cepat kalau institusi pendidikannya tidak berinovasi," kata Nadiem.
Selama pandemi virus corona, sejumlah kalangan mulai dari guru, pelajar, mahasiswa, mendesak Nadiem Makarim segera mengambil langkah yang dibutuhkan terkait pelaksanaan pendidikan di masa pandemi.
Salah satunya, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang berkali-kali mendesak Kemendikbud di bawah pimpinan Nadiem agar membuat kurikulum baru di tengah pandemi.
"PGRI mengusulkan agar pemerintah merancang 'Kurikulum Sekolah Era Pandemi (KSEP)' yang praktis dan aplikatif dengan target pembelajaran yang rasional," ujar Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi mengutip Antara, Sabtu (6/6).
Hingga saat ini belum ada kabar dari Kemendikbud tentang kurikulum darurat tersebut. Terlebih, tahun ajaran baru sudah semakin dekat, yakni 13 Juli mendatang.
Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) juga menagih janji Kemendikbud terkait keputusan pembukaan sekolah di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.
Bahkan gerakan masif mendorong #MendikbudDicariMahasiswa sampai #NadiemManaMahasiswaMerana ramai disuarakan mahasiswa melalui jejaring Twitter. Poster editan sosok Nadiem yang seolah menjadi orang hilang berseliweran di jagat maya.
Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia juga sempat menuntut keringanan uang kuliah tunggal (UKT) secara serentak. (mln/pmg)
