Permintaan maaf tersebut dilakukan dalam sebuah mediasi di rumah sakit setempat, Rabu (10/6).
Juru bicara keluarga yang diwakili anak sang pasien mengatakan bahwa kejadian pengambilan paksa jenazah tersebut bukanlah yang ia hendaki. Semata-mata, kata dia, karena kepanikan dari pihak keluarga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut kami itu adalah murni kesalahpahaman antara pihak keluarga dan kami dan seharusnya tidak terjadi. Kami cukup prihatin," ujarnya
"Dari pasien masuk sampai ke pemulasaran sesuai dengan protokol tersebut," lanjutnya.
Kasus pengambilan paksa jenazah ramai di lini masa media sosial. Akun instagram @bekasiterkini yang mempublikasikan hal tersebut.
"Terjadi keributan di sebuah rumah sakit di daerah Bekasi. Masyarakat Desa Srimukti Kampung Gubus Dukuh telah meninggal dunia," bunyi kutipan di publikasi tersebut yang dikutip Selasa (9/6).
(ain/ndn/ain)