Hal itu ia katakan untuk merespons banyaknya keluhan pemerintah daerah yang memgalami keterbatasan APBD dalam memenuhi tambahan anggaran penyelenggaraan Pilkada serentak 2020.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Tito menyatakan Sri Mulyani meminta agar daerah dapat memaksimalkan terlebih dulu anggaran Pilkada dalam APBD melalui mekanisme restrukturisasi kebutuhan program.
Tito turut merinci pihaknya telah berkomunikasi dengan 194 dari total 270 kepala daerah yang akan menggelar Pilkada serentak 2020.
Hasil komunikasi itu, kata dia, didapatkan proyeksi perlunya tambahan alokasi anggaran dari APBN untuk menggelar Pilkada serentak 2020 sekitar Rp1,3 triliun.
"Jadi diperkirakan daerah nanti tidak bisa mengakomodasi sebanyak lebih kurang Rp1,3 triliun. Lebih kurang. Ini yang kita sampaikan ke Menkeu. Tapi perhitungan masih dilakukan, oleh Kemendagri, KPU, Bawaslu dan Pemda, dan komunikasi dilakukan dengan Menkeu," kata dia.
Seperti diberitakan beberapa media, banyak pemerintah daerah yang menyatakan anggaran APBD terkuras banyak untuk penanganan virus corona dan dampak yang ditimbulkannya. Mereka meminta agar pemerintah pusat mencukupi anggaran Pilkada 2020 melalui APBN.
Pilkada serentak tahun 2020 sendiri akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang. Pilkada serentak ini akan menjadi ajang terbesar sepanjang sejarah Indonesia karena sebanyak 270 daerah akan berpartisipasi menggelar ajang politik lokal 5 tahun sekali tersebut. (rzr/bac)