"Kedelapan nama ini mulai dari lulusan Akademi Kepolisian tahun 1988 A hingga lulusan tahun 1991," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane melalui keterangan resmi kepada CNNIndonesia.com, Kamis (11/6).
Dia mengatakan delapan nama itu digadang-gadang mulai banyak diperbincangkan di internal kepolisian itu sendiri. Mereka adalah Kabaintelkam Komjen Rycko Amelza Dahniel. Dia baru saja ditunjuk oleh Kapolri untuk mengisi jabatan kepala bidang intel di Korps Bhayangkara tersebut pada Mei lalu menggantikan Komjen Agung Budi Maryoto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, nama kedua yang dia sebut adalah Kabaharkam Komjen Agus Andrianto. Saat ini dipercaya oleh Kapolri menjabat Kepala Satgas Operasi Aman Nussa II untuk Penanggulangan Covid-19.
Kabaintelkam Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel (kanan) menjadi kandidat Kapolri baru menggantikan Idham Azis (CNN Indonesia/Damar) |
Kemudian, Jenderal bintang dua lain yang Neta sebut adalah Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Lutfhi dan terakhir Kapolda Jawa Timur Irjen M Fadil Imran.
"Ketiga jenderal bintang dua ini bisa masuk bursa calon Kapolri karena menjelang Idham Azis pensiun ada dua posisi jenderal bintang tiga yang bakal pensiun, yakni Kepala BNN dan Sestama Lemhanas," jelas Neta.
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar termasuk calon kuat Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis (CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha) |
Nama-nama akan diserahkan Kapolri kepada Presiden untuk dipilih dan kemudian melakukan uji kepatutan di Komisi III DPR RI.
"Di sisi lain Kompolnas juga memberikan nama nama calon Kapolri sebagai usulan kepada Presiden," lanjut dia.
Diketahui, Jenderal Idham Azis akan memasuki masa purna tugas sebagai Kapolri pada Januari tahun depan lantaran sudah berusia 58 tahun. Sepanjang berkarir di kepolisian, Idham berpengalaman dalam bidang reserse. Dia menjabat sebagai Kabareskrim Polri sebelum diangkat sebagai Kapolri menggantikan Tito Karnavian.
Kemudian, pun resmi menjabat sebagai Kapolri usai dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada 1 November 2019. Idham menggantikan Jenderal Purnawirawan Tito Karnavian yang ditunjuk Jokowi menjadi Menteri Dalam Negeri di Kabinet Indonesia Maju. (mjo/bmw/ugo)
Kabaintelkam Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel (kanan) menjadi kandidat Kapolri baru menggantikan Idham Azis (CNN Indonesia/Damar)
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar termasuk calon kuat Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis (CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha)