Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, dalam 10 hari terakhir, total Provinsi DKI Jakarta telah melakukan pemeriksaan PCR sebanyak 17.270 spesimen dengan rata-rata pemeriksaan harian mencapai 1.727 spesimen.
"Angka ini melonjak 1,1 kali lipat dibandingkan rata-rata harian pada 10 hari pertama di bulan Mei 2020 yang sebanyak 1.562 spesimen per hari," kata Dwi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, puskesmas di DKI juga terus meningkatkan kapasitas tracing dan testingnya melalui active case finding. Strategi active case finding ini tertuang didalam Surat Edaran Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta nomor 94/SE/2020 tentang active case finding.
Menurut dia lonjakan penambahan kasus positif corona pada 9 Juni 2020 yang mencapai 234 kasus juga tak lepas dari hal tersebut.
Rinciannya, 84 kasus baru dilaporkan oleh 8 RS di Jakarta, 110 kasus baru dilaporkan oleh 20 Puskesmas di Jakarta sebagai bagian dari peningkatan active case finding dan contact tracing pada sasaran dan wilayah yang berisiko seperti: pasar, tempat-tempat umum, RW Wilayah Pengendalian Ketat.
Kemudian, sebanyak 40 kasus baru dilaporkan karena 2 rumah sakit tertunda melaporkan data harian kasus konfirmasi COVID-19 dan baru melaporkannya pada tanggal 9 Juni 2020. (dmi/age)