Al Kahfi, misalnya, warga setempat itu mengaku mendengar suara dentuman sebanyak dua kali pada sekitar pukul 08.15 WIB. Setelah dicek ke lokasi, suara dentuman tersebut berasal dari Pesawat Hawk 100-200 milik TNI AU yang jatuh di permukiman padat penduduk.
"Mulanya saya kira ban truk Fuso meledak, keras sekali," ujar Al Kahfi, Senin (15/6). Dia mengaku mendengar dentuman amat keras sebanyak dua kali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, kata Hotman, pilot dievakuasi menggunakan ambulans ke RS TNI AU Rusmin Nuryadin Pekanbaru.
Kapentak Lanud Rusmin Nuryadin Pekanbaru, Letkol M Zukri menyatakan keterangan resmi akan diberikan melalui satu pintu dari Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) yang saat ini telah tiba di Pekanbaru. Pesawat saat ini dalam proses evakuasi dari tempat kejadian perkara.
"Rusak berat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (15/6).
Lokasi persis jatuhnya pesawat ialah di lokasi 4 km dari ujung Runway 36, Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Pekanbaru.
Fadjar menerangkan kecelakaan itu terjadi saat pesawat akan mendarat kembali dari latihan rutin terjadwal, tapatnya pukul 08.13 WIB tanggal 15 Juni 2020.
Kendati demikian ia mengatakan bahwa hingga saat ini tidak ada korban jiwa akibat insiden tersebut. Penyebab kecelakaan masih dalam proses investigasi.
Pilot yang mengemudikan pesawat tersebut ialah Lettu Pnb Apriyanto Ismail dari Skuadron Udara 12 Lanud Rusmin Nuryadin (Rsn) Pekanbaru. Ia berhasil keluar dan selamat dari insiden tersebut setelah keluar menggunakan kursi pelontar.
Kejadian kecelakaan pesawat militer ini bukanlah kali pertama pada tahun 2020. Satu minggu sebelumnya ada pesawat MI-17 milik TNI Angkatan Darat yang jatuh di Kendal, Jawa Tengah. (ain/spt/ndn/ain)