"Jika dia [sekolah] mulai pembelajaran tatap buka, tidak bisa normal dulu. Dua bulan pertama ada beberapa restriksi," ujarnya melalui konferensi video, Senin (15/6).
Restriksi pertama, sekolah harus mengurangi jumlah siswa dalam satu kelas. Saat sekolah dibuka, Nadiem membatasi jumlah siswa 18 orang per kelas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, Nadiem menekankan siswa hanya boleh beraktivitas di dalam kelas ketika bersekolah. Jam istirahat di kantin, ekstrakurikuler, maupun aktivitas di luar kelas tidak boleh dilakukan.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim ingin jumlah siswa dalam satu kelas hanya sebanyak 18 orang demi mencegah penularan virus corona (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Harus dibarengi pula dengan penerapan protokol kesehatan mulai dari menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan, sampai pemeriksaan suhu di sekolah.
"Kalau keluarga flu atau sakit anak juga nggak boleh masuk," tambahnya.
Sebelumnya, Kemendikbud membuka kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah pada tahun ajaran 2020-2021. Namun, hanya boleh dilakukan di wilayah zona hijau virus corona.
Suatu wilayah bisa disebut sebagai zona hijau jika memenuhi 15 syarat yang ditetapkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan kegiatan belajar mengajar di sekolah akan disetop jika ada yang positif terinfeksi virus corona.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim ingin jumlah siswa dalam satu kelas hanya sebanyak 18 orang demi mencegah penularan virus corona (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)