Pilot bernama Lettu Pnb Apriyanto Ismail dari Skadron Udara 12 Lanud (pangkalan udara) Roesmin Nurjadin Pekanbaru itu tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Lanud Roesmin Nurjadin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisinya sekarang sedang dirawat di Rumah Sakit, bukan berarti dia sakit tapi itu untuk pemeriksaan, prosedurnya demikian," imbuhnya.
"Tidak ada [korban jiwa] alhamdulillah mungkin pilot juga bisa mengarahkan pesawatnya ke daerah yang mungkin kosong, tapi memang rumahnya padat penduduk, tapi alhamdulillah rumah yang terkena sedang dalam keadaan kosong," tuturnya.
Pesawat tempur TNI AU jenis BAE Hawk 209 dengan nomor registrasi TT-0209 jatuh sekitar 5 kilometer (km) dari dari Lanud Rusmin Nuryadin, Pekanbaru, sekitar pukul 08.13 WIB. Pesawat jatuh di atas permukiman penduduk, menimpa sebuah rumah warga.
Pesawat jenis BAE Hawk 209 Tail itu mengalami kecelakaan ketika baru saja kembali dari latihan tempur bersama dua pesawat lain di wilayah Siabu, Kabupaten Kampar.
Hingga saat ini, TNI AU masih menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat tempur tersebut. Dalam masa investigasi, TNI AU akan memberhentikan sementara aktivitas penerbangan Hawk.
Insiden pesawat militer jatuh ini tercatat sebagai kecelakaan kedua pada bulan ini. Sebelumnya, helikopter jenis MI-17 milik TNI AD jatuh di Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (6/6). Empat prajurit tewas saat kejadian naas tersebut. (khr/wis)