Dua terdakwa penyiraman Novel, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, dituntut 1 tahun oleh JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (11/6). Jaksa menilai keduanya tidak sengaja melukai mata Novel, namun hanya hendak memberinya pelajaran.
Emon kemudian mengunggah video kritis sekaligus jenaka terkait tuntutan jaksa di akun media sosialnya, Jumat (12/6). Video itu kemudian menjadi viral. Sejumlah pesohor mengunggah ulang video itu. Komentar positif membanjiri Emon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Emon", kata dia, menjadi viral setelah tiga akun minim follower yang kini sudah di-suspended, @LintangHanita, @tiara61636212, dan @LiarAngsa, masing-masing berkicau dua kali secara bersamaan soal tudingan penggunaan sabu oleh Emon pada Minggu (14/6) pukul 22.47 WIB dan 22.48 WIB.
Ismail sendiri menyebut ketiga akun tersebut sudah ditutup. "Sehingga tidak bisa ditelusuri afiliasi dan historinya," lanjut dia.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
Kedua akun itu menyalahkan Novel soal kasus pencurian sarang burung walet ketika dia masih menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu sambil membela dua terdakwa yang merupakan anggota Polri aktif itu. Padahal, Novel sudah terbukti tak terlibat dalam penganiayaan tersangka pencurian burung walet itu.
Meme Emon yang berisi tudingan penggunaan sabu pun beredar kemana-mana mulai Senin (15/6).
Sejak itu, pembelaan terhadap Emon meledak, terutama setelah sejumlah pesohor menyerang balik pemfitnah Emon tersebut seperti stand-up comedian Pandji Pragiwaksono (@pandji) dan Fiersa Besari (@FiersaBesari).
Sejak itu, kata "Emon" menjadi lebih viral dibanding kasus utamanya, yakni "Novel Baswedan".
"Dari trend di atas, tampaknya netizen bergeser perhatiannya, dari membahas isu esensial (Novel Baswedan) menuju isu penyerta," kata Ismail.
Usai mendapat serangan buzzer, Bintang sempat mengunci akun medsosnya. Baru pada Senin malam, Bintang kembali membuka akunnya.
Ia lantas mencuitkan ucapan terima kasih pada orang-orang yang telah mendukungnya di akun Twitter.
Penyidik KPK Novel Baswedan mengalami cacat mata permanen akibat ulah dua anggota Polri yang menyiramnya dengan air keras. Namun, Jaksa menuntut dua terdakwa itu cuma setahun penjara. ( ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz) |
Ia selama ini memang dikenal kerap mengunggah video-video kritikan dengan selipan humor khas stand up comedian. Videonya yang berisi pesan untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari bahaya Corona juga sempat viral pada Maret lalu.
Tak hanya diserang akun anonim, Bintang Emon juga diganggu lewat aduan di dunia nyata kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Pemilik akun yang mengaku sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Charlie Wijaya, mengaku telah melaporkan Emon karena mengklaim hakim telah bersikap proporsional dalam kasus Novel Baswedan.
Kepala Sub Divisi Digital at Risks SAFEnet, Ellen Kusuma, mengatakan serangan terhadap Emon di medsos tersebut merupakan upaya defamasi atau pencemaran nama baik berujung pada represi atau penindasan di internet.
"Ini menunjukkan situasi demokrasi dan kebebasan berekspresi di Indonesia yang sangat darurat. Adanya upaya defamasi yang dilakukan oleh buzzer-buzzer tidak jelas asal usulnya untuk mendelegitimasi Bintang Emon juga saya lihat muncul di Twitter," ujar dia, kepada CNNIndonesia, Senin (15/6).
(psp/arh)
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen
Penyidik KPK Novel Baswedan mengalami cacat mata permanen akibat ulah dua anggota Polri yang menyiramnya dengan air keras. Namun, Jaksa menuntut dua terdakwa itu cuma setahun penjara. ( ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz)