Ia menolak menjawab apakah Charlie Wijaya merupakan kader PSI secara resmi. Rian hanya mengaku tidak mengenal sosok Charlie.
"Charlie bergerak atas nama pribadi. Jadi yang paling pas menjawab [kader PSI atau bukan] sebenarnya beliau. Saya pun tidak kenal beliau. Beliau bukan caleg atau pengurus [PSI]," kata Rian kepada CNNIndonesia.com, Selasa (16/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengungkapkan, alasan melaporkan adalah karena hakim sudah melaksanakan tugas dengan semestinya dan pelaku sudah divonis bersalah serta dipenjara.
Namun, unggahan itu tak bisa lagi ditemukan di akun Instagram @charliewijaya11. Dalam akun itu hanya ditemukan bahwa yang bersangkutan menyatakan pendukung Bintang telah menyerang setelah dirinya melaporkan Bintang. Namun, ia mengaku hal tersebut bukan sebuah masalah dan yakin kebenaran akan muncul di akhir.
"Setelah Saya melaporkan Saudara B E, Saya diserang oleh para pendukung nya Saudara B E. Bagi Saya tidak terlalu bermasalah. Karena Saya Saya yakin kebenaran akan muncul di akhir. Dan Tuhan tidak pernah tidur," katanya.
Pada Senin (15/6) pagi ini, jagad media sosial Twitter dihebohkan pengakuan Bintang yang mulai diusik lewat peretasan akun media sosial. Sejumlah akun anonim juga memainkan isu Bintang pecandu narkoba jenis sabu-sabu.
Serangan itu diduga imbas dari unggahan Bintang terkait video proses persidangan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan lewat akun @bintangemon.
Dalam video itu, ia mengkritisi alasan jaksa penuntut umum yang hanya menuntut pelaku satu tahun penjara. Bintang membalut kritiknya dengan guyonan-guyonan khas stand up comedy. (ain/mts/ain)