Sebelumnya, Presiden Jokowi menghendaki agar tes spesimen ditingkatkan dari 10 ribu menjadi 20 ribu per hari. Dengan demikian, tes spesimen per hari bisa melebihi yang dikehendaki Presiden Jokowi.
"Sekarang ini 139 lab, saat kita coba hitung kapasitas maksimal lab kita dalam sehari ternyata kita bisa tes hingga 30.900 per harinya," kata Abdul di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Selasa (16/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Optimalisasi laboratorium yang suda ada, salah satu caranya memperpanjang jam kerja yang awalnya 6 jam jadi 12 jam," kata Abdul.
"Kita menambah jumlah SDM, sehingga lab bisa bekerja 12 jam per hari," kata Abdul.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menghendaki agar ada 20 ribu spesimen virus corona yang dites. Target tersebut dicanangkan karena menganggap target 10 ribu tes spesimen per hari sudah tercapai.
"Pengujian spesimen saya sampaikan terima kasih target pengujian spesimen 10 ribu terlampaui. Target berikutnya ke depan adalah 20 ribu per hari," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19, Kamis (4/6).
Lihat juga:Kasus Corona di Indonesia Tembus 40 Ribu |
"Sekali lagi saya minta pelacakan agresif dilakukan lebih agresif lagi dengan bantuan sistem teknologi komunikasi dan bukan cara-cara konvensional lagi," ujarnya. (mln/bmw/gil)