Massa Aksi Tolak RUU HIP Salat di Depan DPR, Saf Rapat

CNN Indonesia | Rabu, 24/06/2020 13:06 WIB
Massa pengunjuk rasa tolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) menggelar salat Zuhur di depan gerbang area kompleks MPR/DPR, Rabu (24/6). Massa aksi tolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) melaksanakan salat zuhur di depan gerbang area kompleks MPR/DPR, Rabu (24/6). (CNN Indonesia/ Thohirin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Massa pengunjuk rasa tolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) menggelar salat zuhur di depan gerbang area Kompleks MPR/DPR, Rabu (24/6).

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, barisan atau saf antar jemaah berjarak kurang dari satu meter, tak sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Mereka menggelar salat dengan menggunakan alas dari terpal, sorban, hingga spanduk dipimpin oleh imam salat yang berada di atas mobil komando aksi.


Aksi unjuk rasa menolak RUU HIP digelar sekitar pukul 13.00 WIB sampai dengan selesai di depan area kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta Pusat. Mereka tergabung dalam Aliansi Nasional Anti-Komunis (Anak NKRI).

Adapun sejumlah ormas yang tercatat masuk dalam aliansi tersebut antara lain, Front Pembela Islam (FPI), Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF).

Massa yang mulai berdatangan tak menerapkan social distancing beberapa jam sebelum aksi dimulai di depan gedung DPR, Rabu (24/6)Massa aksi tola RUU HIP tak menerapkan social distancing beberapa jam sebelum aksi dimulai di depan gedung DPR, Rabu (24/6). (CNN Indonesia/ Thohirin)

Dalam aksinya, mereka menolak konsep Trisila dan Ekasila dalam RUU HIP yang prosesnya kini masih dibahas di DPR.

Namun demikian, mayoritas fraksi di DPR dikabarkan menolak pembahasan RUU HIP menyusul berembusnya isu kebangkita nkomunisme dalam RUU tersebut. Fraksi PDIP sebagai pengusul RUU juga mendukung langkah pemerintah untuk menunda pembahasan RUU HIP.

Pengalihan Lalin Situasional

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan pihaknya mengupayakan agar tidak ada pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi demo RUU HIP di depan Gedung DPR, Senayan.

Sambodo menuturkan jika ruas jalan mesti ditutup karena jumlah massa yang bertambah, pihaknya mengupayakan agar jalur Transjakarta tetap bisa diakses.

"Kalaupun jalur tertutup oleh massa, kita berupaya agar jalur busway tetap bisa dilewati," ucap Sambodo.

Sementara itu Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Lilik Sumardji mengatakan rekayasa lalu lintas di depan Gedung DPR dilakukan situasional.

"Kalau memang benar-benar padat kita alihkan. Sekarang jalur seperti biasa termasuk busway maupun tol," kata di saat ditemui di depan Gedung DPR.

Ia mengatakan jika lalu lintas padat, rekayasa akan dilakukan dengan mengalihkan kendaraan dari Jalan Gatot Subroto yang hendak menuju Slipi diarahkan ke Jalan Gerbang Pemuda. Pengendara tidak bisa langsung menuju arah Slipi dengan melintasi depan Gedung DPR/MPR.

"Untuk sementara penyampaian pendapat kalau dia 500-700 (orang), paling dia ambil satu jalur, kita jalur arteri dan busway tetap jalankan," ucap dia.

Pantauan CNNIndonesia.com, saat ini lalu lintas di depan Gedung DPR terpantau ramai lancar. Massa peserta demo terlihat belum tumpah hingga memadati jalanan.

(thr/yoa/dis/wis)

[Gambas:Video CNN]