Kronologi Mahasiswa Kedokteran UHO Kendari Terinfeksi Corona

CNN Indonesia | Senin, 06/07/2020 06:43 WIB
Petugas kesehatan mengenakan APD saat tes diagnostik cepat (Rapid Test) COVID-19 massal di kawasan Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (17/6/2020). Badan Intelijen Negara (BIN) terus melakukan tes diagnostik cepat (Rapid Test) dan tes usap (Swab Test) COVID-19 terhadap warga Kota Surabaya sejak Jumat (29/5/2020) dan diperpanjang sampai Sabtu (20/6/2020) untuk memutus rantai penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc. Ilustrasi penanganan wabah virus corona. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Kendari, CNN Indonesia --

Rektorat Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, langsung melakukan sterilisasi kampus setelah dua mahasiswa dan dan seorang tutor (sebelumnya ditulis dosen) di Fakultas Kedokteran terinfeksi virus corona (Covid-19).

Rektor UHO Kendari Muh Zamrun Firihu memberikan klarifikasi bahwa yang terinfeksi virus corona bukan seorang dosen seperti yang ditulis CNNIndonesia.com di berita sebelumnya.

"Itu hanya tutor saja. Bukan pegawai di kampus. Memang, setiap ujian, mahasiswa kedokteran didampingi oleh tutor," jelas Zamrun kepada CNNIndonesia.com, Minggu (5/7).


Ia menyebut, kasus virus corona ini bermula dari orang tua salah satu mahasiswa dari Kabupaten Buton datang ke Kendari. Rencananya untuk berobat. Namun belakangan ia dinyatakan terinfeksi virus corona.

Penyakit ini kemudian ikut ditularkan kepada dua anaknya, salah satunya mahasiswa kedokteran UHO Kendari. Mahasiswa ini kemudian mengikuti ujian di Fakultas Kedokteran dan menginfeksi tutor pendamping dan satu temannya.

"Jadi, tutor ini berkantornya di rumah sakit sebenarnya. Jadi bukan dekan atau dosen. Setiap mahasiswa kedokteran mau ujian, selalu ada tutor yang mendampingi," jelas Zamrun.

Setelah mengetahui kasus ini, ia mengaku langsung berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Sultra dan Kota Kendari untuk melakukan deteksi dan penelusuran kontak pasien.

"Sejak Kamis kemarin itu, mereka langsung dikarantina," imbuhnya.

Rektor menambahkan bahwa dirinya pun telah mengeluarkan surat edaran agar proses perkuliahan dilakukan secara daring selama masa pandemi. Namun untuk kegiatan yang sifatnya bertemu langsung semisal ujian kedokteran, ia mengizinkan asal menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Selama ini memang kebijakan kampus sangat ketat. Sebelum ujian, mereka juga mengikuti rapid test. Kemudian satu ruangan dibatasi hanya 20 orang," bebernya.

Zamrun mengaku, selain sterilisasi, untuk sementara kegiatan di Fakultas Kedokteran ditiadakan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Sementara untuk ujian tertulis berbasis komputer (UTBK) seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) bagi calon mahasiswa UHO tetap digelar dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Sebelum mahasiswa mengikuti UTBK, mereka mengikuti rapid test. Kemudian, diterapkan protokol kesehatan yang ketat di ruang ujian. Setiap saat dilakukan sterilisasi. Pengawas juga menggunakan APD yang lengkap," tuturnya.

Sebelumnya, Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kota Kendari Alghazali Amrullah menyebut, ketiga pasien dari UHO ini tidak diketahui terinfeksi dimana.

"Saya belum tahu apakah terinfeksi dari mahasiswanya atau dokternya (tutor). Karena saat ini, virus corona sudah terjadi secara sporadis," jelasnya.

Menurut Alghazali, satu dari tiga pasien diketahui pernah melakukan perjalanan ke Kota Baubau. Namun, lokasi terinfeksi belum bisa dipastikan. Sebab, di Sultra telah terjadi transmisi lokal penyebaran virus corona.

Terhadap ketiga pasien ini, Gugus Tugas Covid-19 Kota Kendari telah melakukan isolasi di RSUD Kota Kendari. Pihaknya juga akan menelusuri dan melacak kontak erat mereka.

Alghazali menuturkan, hampir setiap hari kasus virus corona di Sultra mengalami peningkatan dengan klaster sporadis. Namun peningkatan kasus ini terkesan diabaikan oleh masyarakat.

Ia menyebut masih banyak warga yang enggan mengenakan masker dan tidak menerapkan protokol kesehatan.

(pnd/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK